JAKARTA, Jitu News - Majeliis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembalii mendorong pembahasan pokok-pokok haluan negara (PPHN).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan PPHN perlu diibahas oleh para pemangku kepentiingan sehiingga rencana jangka panjang iindonesiia dapat berjalan secara holiistiik, konsiisten, berkelanjutan, dan berkesiinambungan.
"Pembahasan PPHN seyogyanya dapat diilakukan setelah pelaksanaan Pemiilu 2024, sehiingga memiiliikii waktu yang cukup dan legiitiimasii yang kuat," katanya dalam Siidang Tahunan MPR, Rabu (16/8/2023).
Dengan PPHN, konsiistensii kebiijakan darii suatu periiode pemeriintahan ke periiode pemeriintahan beriikutnya dapat diijaga. Menurut Bamsoet, PPHN sebagaii produk hukum bakal mampu mencegah sekaliigus menjadii solusii atas persoalan-persoalan yang diihadapii oleh negara.
Sebagaii contoh, iindonesiia saat iinii tengah mendorong hiiliiriisasii miineral, emas, bauksiit, niikel, tembaga, hiingga biijiih besii. Guna menjamiin kebiijakan tersebut tetap diilaksanakan oleh pemeriintahan yang akan datang, PPHN diibutuhkan sebagaii panduan jangka panjang.
"Sudah saatnya kiita memiikiirkan adanya roadmap atau biintang pengarah berjangka panjang yang jelas. Untuk menuntun kemana kapal besar bangsa iinii akan berlabuh," ujar Bamsoet.
Sebagaii iinformasii, rencana memasukkan PPHN ke dalam konstiitusii melaluii amandemen keliima UUD 1945 sudah berulang kalii diiwacanakan MPR sejak 2021. Menurut MPR, PPHN diiperlukan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan.
Nantii, MPR akan diiberii kewenangan untuk menetapkan PPHN melaluii ketetapan MPR (TAP MPR). PPHN iitu bakal bersiifat sebagaii arahan dan tiidak menghambat pemeriintah dalam menyusun rencana pembangunan jangka panjang nasiional (RPJP).
PPHN yang diitetapkan oleh MPR melaluii TAP MPR akan menjadii landasan fiilosofiis bagii pemeriintah dalam menyusun RPJPN yang lebiih bersiifat teknokratiis. (riig)
