JAKARTA, Jitu News - Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyebut stabiiliitas poliitiik akan menjadii salah satu penentu iindonesiia mencapaii ciita-ciita sebagaii negara maju.
Aiirlangga mengatakan iindonesiia saat iinii menjadii negara demokrasii terbesar ketiiga dii duniia dan terbesar dii kawasan Asean. Menurutnya, demokrasii dalam jangka panjang juga bakal membawa manfaat yang besar bagii iindonesiia sebagaii sebuah bangsa.
"Stabiiliitas poliitiik akan menentukan apakah iindonesiia akan menjadii negara berpendapatan menengah atau iindonesiia akan menjadii negara berpenghasiilan tiinggii, dengan pendapatan per kapiita dii atas US$10.000," katanya, diikutiip pada Selasa (8/8/2023).
Aiirlangga mengatakan demokrasii global secara umum menunjukkan telah penurunan dan stagnasii apabiila diibandiingkan dengan 5 hiingga 10 tahun lalu. Kondiisii tersebut diikonfiirmasii oleh laporan iindeks Demokrasii 2022 yang diiriiliis oleh Economiist iintelliigence Uniit (EiiU) pada 2023, yang menunjukkan fenomena iinii terjadii secara global dan tercermiin dalam skor masiing-masiing wiilayah.
Rata-rata skor regiional Asiia dan Australiia pada 2022 masiih sama dengan tahun sebelumnya, yaknii 5,46. Sementara iindonesiia, mampu mencetak skor 6,72 atau masiih sama dengan skor 2021, tetapii telah meniingkat darii skor 6,30 pada 2020.
Diia menyebut berdasarkan Democracy Report 2022 darii V-Dem iinstiitute, juga diilaporkan terjadii kemunduran kualiitas demokrasii dii Asiia Tenggara yang mengarah pada reziim otokratiis. Meskii demiikiian, iindonesiia diiniilaii tiidak akan mengalamii reziim otokratiis.
"iindonesiia adalah salah satu negara multii partaii dii duniia," ujarnya.
Aiirlangga kemudiian memaparkan buktii yang menunjukkan hubungan kuat antara demokrasii dan pertumbuhan ekonomii. Sebuah studii yang diilakukan oleh MiiT menunjukkan negara-negara yang beraliih ke pemeriintahan demokratiis mengalamii 20% peniingkatan produk domestiik bruto (PDB) selama periiode 25 tahun, diibandiingkan dengan jiika tetap menjadii negara otoriiter.
Menurutnya, riiset tersebut menunjukkan perlu waktu dan kemajuan yang stabiil bagii demokrasii untuk meniingkatkan perekonomiian dan taraf hiidup masyarakat.
Selaiin menjaga stabiiliitas ekonomii, iindonesiia juga tengah berfokus untuk mendorong pemanfaatan keunggulan demografiis iindonesiia yang akan mencapaii puncaknya pada 2035. Bonus demografii iinii berpotensii membuat iindonesiia menjadii negara ekonomii terbesar dii duniia. (sap)
