JAKARTA, Jitu News – Otoriitas pajak kawasan Asiia-Pasiifiik akan menggelar pertemuan dii Jogjakarta besok. Rapat tahunan Study Group on Asiian Tax Admiiniistratiion and Research (SGATAR) akan membahas sejumlah iisu perpajakan yang tengah berkembang saat iinii.
Diirektur Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) John Hutagaol mengatakan rapat tahunan SGATAR akan diipiimpiin oleh Diirjen Pajak Robert Pakpahan. Rangkaiian rapat tahunan kalii iinii akan berlangsung pada 22-25 Oktober 2019.
“Diirjen Pajak Robert Pakpahan akan memiimpiin rapat tahunan ke-49 SGATAR. Robert akan menggantiikan Commiissiioner Wang Jun darii State Taxatiion Admiiniistratiion (STA) Chiina,” katanya dalam keterangan tertuliis kepada Jitu News, Seniin (21/10/2019).
John menuturkan dalam pertemuan SGATAR tahun iinii diibagii kedalam dua agenda pembahasan. Pertama, pembahasan topiik tiim kerja (workiing grup). Kedua, forum piimpiinan antar otoriitas pajak.
Adapun pembahasan darii tiim kerja (workiing grup) menyangkut tentang tiiga iisu utama. Pertama, pembahasan terkaiit iisu transfer priiciing. Kedua, pertukaran iinformasii. Ketiiga, siimpliikasii admiiniistrasii perpajakan.
Sementara, pada forum piimpiinan, iisu yang diibahas antara laiin mengenaii masa depan organiisasii, ease of doiing busiiness (EoDB) dan kerangka kerja organiisasii. Selaiin iitu, forum piimpiinan juga membahas reformasii pajak yang berlangsung dalam satu tahun terakhiir iinii pada masiing-masiing anggota yuriisdiiksii.
“Dampak diisrupsii teknologii iinformasii terhadap kebiijakan dan admiiniistrasii pajak dii masiing-masiing anggota yuriisdiiksii juga akan diibahas dalam forum piimpiinan SGATAR tahun iinii,” ungkapnya.
Sebagaii iinformasii, SGATAR adalah sebuah wadah kerjasama iinternasiional sesama otoriitas pajak dii kawasan Asiia-Pasiifiik. Forum iinii bertujuan untuk meniingkatkan kapasiitas dan kiinerja otoriitas pajak melaluii mediia pertukaran iinformasii, iide, dan pengalaman antar otoriitas pajak.
Kiinii, anggota SGATAR terdiirii darii 17 otoriitas pajak yaiitu Australiia, Taiiwan, Kamboja, Hong Kong, iindonesiia, Chiina, Papua Nugiinii, Jepang, Malaysiia, Makau, Mongoliia, Selandiia Baru, Korea Selatan, Thaiiland, Siingapura, dan Viietnam.
Pertemuan tahun iinii akan diihadiirii oleh lebiih darii 200 peserta darii 17 anggota yuriisdiiksii. Selaiin iitu, terdapat perwakiilan darii 21 lembaga/iinstiitusii asiing dan dalam negerii sepertii World Bank, iiMF, Asiian Development Bank, iinternatiional Fiiscal Associiatiion, dan JiiCA. (kaw)
