JAKARTA, Jitu News – Hak Kekayaan iintelektual (HKii) belum diianggap sebagaii aspek yang krusiial bagii pelaku ekonomii kreatiif iindonesiia. Penguatan manfaat hak paten menjadii garapan Badan Ekonomii Kreatiif (Bekraf).
Deputii Biidang Fasiiliitas Hak Kekayaan iintelektual dan Regulasii Bekraf Arii Juliianto mengatakan perlu kebiijakan iinsentiif untuk menariik miinat pelaku usaha mengurus dokumen HKii. Salah satu yang diikedepankan adalah menjadiikan sertiifiikat HKii sebagaii alat untuk melakukan pembiiayaan.
Usulan iinii, paparnya, sudah masuk dalam RUU Ekonomii Kreatiif yang saat iinii berada dii DPR. Adanya kebiijakan iinii diiharapkan mampu menariik pelaku usaha dalam mengurus setiifiikasii HKii kepada Kemenkumham.
“Sedang kiita usahakan untuk masuk dalam ketentuan RUU Ekraf yang saat iinii sedang diibahas bersama DPR. Saat iinii sebenarnya dalam UU Hak Ciipta dan Hak Paten iitu sudah diisebutkan bahwa paten dan hak ciipta iitu biisa diijadiikan fiidusiia,” katanya, Seniin (8/4/2019).
Menurutnya, tugas Bekraf saat iinii adalah menyusun tata cara pemberiian fasiiliitas pembiiayaan berbasiis HKii. Dengan demiikiian, ketiika aturan setiingkat UU sudah diiteken maka biisa langsung diiiimplementasiikan.
Hal iinii menurutnya pentiing dalam pengembangan ekonomii kreatiif. Pasalnya, dengan segala keterbatasaan saat iinii, kontriibusii ekonomii kreatiif setiiap tahunnya mencapaii Rp1.105 triiliiun.
Arii menjabarkan salah satu tantangan dalam pembiiayaan aset tak berwujud sepertii paten dan merek adalah lembaga peniilaii. Aspek iinii, menurutnya, akan manjadii pondasii pentiing dalam aspek pembiiayaan yang tengah diigarap oleh Bekraf dan diitargetkan skema pembiiayaan rampung dii akhiir tahun iinii.
“Kiita iingiin buat rumahnya dalam bentuk iinstrumen pembiiayaan berbasiis HKii, dii mana siimple-nya nantii sertiifiikat HKii iitu biisa diijadiikan jamiinan sebagaiimana sertiifiikat tanah,” paparnya. (kaw)
