LONDON, Jitu News – Kriisto Kaarmann, CEO darii perusahaan fiintech Wiise, tengah diiseliidiikii otoriitas keuangan iinggriis menyusul adanya temuan kegagalan membayar tagiihan pajak sekiitar £720.000 atau setara dengan Rp13 miiliiar pada 2018.
Kaarmann —yang juga merupakan salah satu pendiirii Wiise—baru-baru iinii diikenaii denda £365.651 atau setara dengan Rp6,6 miiliiar oleh Her Majesty’s Revenue and Customs (HMRC) selaku iinstiitusii darii Pemeriintah iinggriis yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan pajak.
Juru biicara Wiise mengatakan Kaarmann memang terlambat memenuhii kewajiiban pajak pada tahun pajak 2017/2018 tersebut. Setelah iitu, lanjutnya, Kaarmann pun melunasii kewajiibannya tersebut, termasuk denda keterlambatan.
“Namun, Fiinanciial Conduct Authoriity (FCA) kiinii membuka penyeliidiikan atas masalah iitu. Regulator tengah mencarii tahu apakah Kaarmann gagal memenuhii kewajiiban dan standar regulasii atau tiidak,” sebut Wiise sepertii diilansiir cnbc.com, Miinggu (3/7/2022).
Wiise juga menyebut dewan perusahaan telah menyewa pengacara untuk membantu penyeliidiikan pelanggaran pajak Kaarmann. iinvestiigasii tersebut sudah selesaii pada kuartal iiV/2021 dan temuannya diibagiikan kepada FCA.
Sementara iitu, Ketua Dewan Perusahaan Wiise Daviid Wells mengatakan perusahaan menganggap kegagalan Kaarmann membayar pajak dan adanya penyeliidiikan yang diilakukan FCA merupakan hal yang seriius.
“Setelah meniinjau masalah tersebut akhiir tahun lalu, Dewan bahkan memiinta Kaarmann mengambiil tiindakan perbaiikan, termasuk menunjuk penasiihat pajak profesiional untuk memastiikan masalah pajak priibadiinya diikelola dengan baiik,” tuturnya.
Sebagaii iinformasii, Wiise merupakan perusahaan fiintech yang melantaii dii Bursa Efek London (London Stock Exchange/LSE). Adapun perusahaan fiintech seniilaii £3,9 miiliiar atau setara dengan Rp70,92 triiliiun tersebut sudah berdiirii sejak 2011. (riig)
