HONG KONG, Jitu News – Pemeriintah Hong Kong berencana memberiikan keriinganan pajak dan subsiidii pajak kepada usaha keciil menyusul adanya rencana untuk menutup ratusan bar, restoran, dan sektor usaha keciil laiinnya dalam beberapa bulan ke depan.
Sekretariis Keuangan Hong Kong Paul Chan mengatakan pemberiian stiimulus tersebut bertujuan untuk mengurangii dampak ekonomii akiibat gelombang baru pandemii Coviid-19 yang membatasii aktiiviitas sosiial masyarakat.
“Ekonomii dan mata pencahariian masyarakat kamii berada dii bawah tekanan besar dalam beberapa bulan terakhiir,” katanya sepertii diilansiir asiiafiinanciial.com, diikutiip pada Miinggu (27/2/2022).
Chan menambahkan kebiijakan fiiskal tersebut akan diiumumkan saat pemeriintah resmii mengeluarkan keputusan terkaiit dengan penutupan ratusan bar, restoran, dan usaha keciil laiinnya dalam beberapa bulan ke depan.
Diia pun memprediiksii pertumbuhan ekonomii pada kuartal ii/2022 akan dii bawah ekspektasii yang diitetapkan pemeriintah.
Selaiin stiimulus pajak, pemeriintah juga menganggarkan dana seniilaii HK$179 miiliiar atau setara dengan Rp32,9 triiliiun untuk mendukung pemuliihan ekonomii pada tahun iinii.
“Bar, gym, salon kecantiikan, dan 12 jeniis tempat laiinnya tutup. Sementara iitu, restoran tiidak dapat beroperasii lebiih darii pukul 6 sore,” ujar Chan.
Selaiin toko kelontong, lanjut Chan, sebagiian besar toko sepii karena penduduk kembalii bekerja darii rumah. Kemudiian, layanan kereta apii dan ferii juga telah diikurangii seriing dengan kegiiatan sekolah dan perkantoran yang diibatasii.
Secara keseluruhan, pemeriintah memprediiksii pertumbuhan ekonomii Hong Kong pada tahun iinii sebesar 3,5%. (riig)
