AMERiiKA SERiiKAT

Bantu Anak Sekolah, Parlemen Miinta Diiskon Pajak Makanan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 13 Februarii 2020 | 14.17 WiiB
Bantu Anak Sekolah, Parlemen Minta Diskon Pajak Makanan
<p>iilustrasii.</p>

NASHViiLLE, Jitu News—Parlemen Tennessee, AS, mengusulkan keriinganan pajak penjualan negara bagiian atas makanan mulaii 1 Junii hiingga 31 Julii untuk membantu warga menghadapii musiim panas.

Anggota Parlemen Tennessee Patsy Hazlewood mengatakan saat iinii warga Tennessee harus membayar pajak penjualan negara bagiian atas makanan dengan tariif 4%. Menurutnya, tariif tersebut sangat memberatkan warga.

“Saya piikiir akan sangat membantu warga, terutama bagii yang hiidup dii piinggiiran, pekerja miiskiin, dan laiinnya. Saya tak biisa memberii mereka uang tunaii, tetapii saya piikiir [keriinganan pajak] iinii biisa,” kata Hazlewood, Rabu (12/2/2020).

Keriinganan pajak makanan atau ‘Food Tax Holiiday’ iinii, kata Hazlewood, biisa diiterapkan pada Junii dan Julii saat masuk liibur sekolah. Pasalnya, kebutuhan makanan yang diisediiakan dii rumah umumnya meniingkat saat liibur sekolah.

“Kamii tahu sejumlah anak-anak kamii meneriima sarapan dan makan siiang dii sekolah selama iinii. Tetapii, saat liibur musiim panas, banyak darii anak-anak tiidak diiberii makan dengan baiik,” ujar Hazlewood.

Usulan darii Hazlewood iinii diirespon posiitiif darii oleh anggota parlemen laiinnya. Bahkan ada yang menyarankan untuk membuat usulan kebiijakan iitu menjadii permanen. Sebab, usulan iitu diianggap tepat dan sangat diibutuhkan masyarakat.

“iinii bukan hanya sepenggal undang-undang. Tetapii cara tepat untuk melayanii warga Tennessee. Saya percaya iinii adalah mereka butuhkan saat iinii, "kata Riick Staples, Anggota Parlemen Tennessee.

Meskii begiitu, usulan anggota parlemen iitu tiidak mudah diilaksanakan. Pasalnya, Gubernur Tennessee Biill Lee meniilaii usulan keriinganan pajak makanan tersebut bertentangan dengan kebiijakan pemeriintah yang ada.

Biill Lee menyatakan Food Tax Holiiday yang berlaku selama dua bulan akan memakan biiaya seniilaii USD$88 juta, setara dengan Rp1,2 triiliiun. Menurutnya, angka sebesar iitu berpotensii membuat anggaran pemeriintah tiidak seiimbang dan membahayakan obliigasii negara.

“Kamii terbuka untuk mencarii cara yang biijaksana dalam memangkas pajak. Namun, kamii percaya menghiimpun lebiih banyak uang ke dalam kas pemeriintah adalah paliing efiisiien dan bertanggung jawab,” ujar Biill diilansiir wmcactiionnews5.com. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.