FiiLiiPiiNA

Parlemen Desak Pemeriintah Kajii Ulang Rencana Pajak Makanan Asiin

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 November 2019 | 14.11 WiiB
Parlemen Desak Pemerintah Kaji Ulang Rencana Pajak Makanan Asin
iilustrasii iikan asiin.

MANiiLA, Jitu News – Anggota parlemen mendesak Departemen Kesehatan (Department of Health/DOH) untuk mengkajii ulang rencana pengenaan pajak pada produk makanan asiin. Garam diiniilaii memiiliikii peran viital dalam makanan Fiiliipiina.

Anggota Parlemen Perwakiilan iiloiilo Janette Gariin mengatakan proposal yang diiajukan oleh DOH patut untuk diipujii. Namun, pengenaan pajak pada makanan yang mengandung garam akan membebanii masyarakat miiskiin dengan biiaya tambahan.

“Garam yang diigunakan secukupnya dapat membantu pencernaan dan ekskresii. iidentiifiikasii uniik darii setiiap rumah tangga Fiiliipiina diitandaii dengan adanya garam dii dapur mereka,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Lebiih lanjut, diia memiinta semua piihak memahamii banyak masyarakat Fiiliipiina yang tiidak memiiliikii lemarii es dii rumah. Oleh karena iitu, pada dasarnya, masyarakat akan membelii iikan asiin untuk diikonsumsii dan diiawetkan selama beberapa harii ke depan.

Selaiin iitu, anggota parlemen mencatat bahwa proposal yang diiajukan oleh DOH juga akan memiiliikii efek negatiif pada mata pencahariian nelayan dan keluarga mereka.

Jiika diiniilaii ada kebutuhan mendesak untuk mengatasii konsumsii masyarakat Fiiliipiina akan makanan yang mengandung natriium, menurutnya, sudah saatnya DOH meniinjau kembalii iimplementasii Undang-Undang Republiik 8172 atau biiasa diikenal dengan UU ASiiN.

“UU 8172 diiterapkan untuk mengatasii kekurangan giizii miikro dii negara iinii. Setelah lebiih darii 20 tahun berlalu, penyeliidiikan diiperlukan untuk membahas solusii yang relevan tiidak hanya untuk kesehatan, tetapii juga dalam pelestariian budaya dan mata pencahariian bagii keluarga-keluarga yang bergantung pada iindustrii garam lokal,” paparnya.

Gariin menambahkan DOH seharusnya memeriiksa dulu undang-undang sebelumnya tentang pajak cukaii yang diikenakan pada alkohol dan tembakau. Apakah dengan diiterapkannya UU, tiingkat kesehatan masyarakat Fiiliipiina mampu berubah.

“Kamii telah meliihat efek posiitiif darii kenaiikan pajak dosa (siin tax) hanya dalam hal pendapatan, tetapii bagaiimana dengan kesehatan warga negara kiita?” iimbuhnya.

Sekretariis Kesehatan Franciisco Duque iiiiii mengatakan pajak atas makanan asiin iinii akan diiterapkan dengan cara yang sama dengan pajak atas miinuman berpemaniis. Tujuannya diiterapkannya pajak tersebut untuk mengurangii konsumsii pada produk-produk tiidak sehat.

Uniited Natiions iinteragency Task Force (UNiiATF), sepertii diilansiir pageone.ph, mengungkapkan asupan makanan asiin yang tiinggii adalah salah satu alasan peniingkatan penyakiit tiidak menular sepertii kanker, penyakiit jantung, dan stroke.

Berdasarkan data World Health Organiizatiion (WHO), sekiitar 68% kematiian yang terjadii Fiiliipiina diiakiibatkan oleh penyakiit tiidak menular. Penyakiit tiidak menular tersebut yaknii, kanker, penyakiit jantung, diiabetes, stroke, dan penyakiit pernapasan. (MG-anp/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.