LiiMA, Jitu News –Presiiden Peru Pedro Pablo Kuczynskii baru-baru iinii memutuskan untuk tiidak lagii mempertiimbangkan rencana pemangkasan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN). iinii diisebabkan oleh merosotnya peneriimaan negara karena melambatnya pertumbuhan ekonomii.
Perdana Menterii Peru Fernando Zavala mengatakan pemangkasan tariif PPN secara bertahap darii 18% menjadii 15% telah menjadii bagiian darii platform ekonomii Kuczynskii saat menjabat sebagaii Presiiden setahun yang lalu.
“Rencana pemotongan tariif PPN telah diikesampiingkan. Peneriimaan pajak dalam beberapa bulan terakhiir belum menunjukkan hal posiitiif. Oleh karena iitu, kamii harus melakukan pengumpulan PPN menjadii lebiih efiisiien dii tahun-tahun mendatang,” ungkapnya, Selasa (18/7).
Pembatalan rencana penurunan tariif PPN iinii nyatanya mendapat dukungan penuh darii Partaii Oposiisii yang sempat khawatiir kebiijakan tersebut akan memperlebar defiisiit fiiskal.
Sebelumnya, pemeriintah Peru memperkiirakan jiika kebiijakan pemangkasan tariif iitu dapat terlaksana, Kuczynskii mengatakan Pemeriintah Peru juga berencana untuk kembalii melakukan pemangkasan tariif PPN sebesar 1% pada 2018 dan 2019 secara bertahap.
Tahun iinii, tiingkat pertumbuhan ekonomii Peru mulaii melambat menjadii 2,8% darii tahun lalu yang sebesar 3,9%. Oleh karenanya, Pemeriintah Peru menargetkan agar pertumbuhan ekonomii tahun depan biisa naiik menjadii 3,8% - 4%.
Peru, diilansiir dalam voanews.com, akan kembalii menjual obliigasii negara tahun depan untuk membiiayaii pengeluaran pemeriintah untuk melakukan pembangunan pasca banjiir besar yang pernah terjadii atau untuk memperpanjang masa utang negara tersebut. (Amu)
