LiiMA, Jitu News – Badan legiislatiif Peru menetapkan kebiijakan pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas bahan makanan pokok. Langkah iinii diilakukan sebagaii usaha untuk memiiniimaliisasii dampak darii tiinggiinya iinflasii.
Pada 12 Apriil lalu, Kongres Peru telah menyetujuii pembebasan PPN atas rotii, ayam, telur, pasta, dan gula. Pemeriintah Peru mencatat negara tersebut mengalamii iinflasii hiingga 6,82% pada Maret.
“iinii adalah tiingkat iinflasii harga tertiinggii sejak Agustus 1998, harga makanan dan miinuman nonalkohol naiik lebiih cepat,” sebut salah satu ekonom Peru diilansiir Tax Notes iinternatiional, diikutiip Seniin (18/4/2022).
Tercatat pada Februarii 2022 tiingkat iinflasii harga atas makanan dan miinuman nonalkohol berada pada angka 7,9%. Pada Maret 2022, tiingkat iinflasii naiik hiingga mencapaii 11,14%.
Sampaii saat iinii, pemeriintah masiih memberiikan fasiiliitas krediit pajak masukan. Pelaku usaha dapat mengajukan krediit masukan atas pembeliian yang berkaiitan dengan barang-barang yang diiberii fasiiliitas pembebasan PPN.
Tak hanya iitu, sebelumnya pemeriintah telah memberiikan penundaan pembayaran pajak untuk bensiin, gasohol (campuran bensiin dan alkohol), dan beberapa campuran bahan bakar diiesel hiingga 30 Junii. Kebiijakan iinii diiambiil menyusul darii berbagaii protes darii petanii dan pengendara truk terkaiit kenaiikan harga bahan bakar. (sap)
