LiiMA, Jitu News - Perdana Menterii Peru mendesak perusahaan-perusahaan yang mengeksploiitasii gas alam dii negaranya untuk menyetujuii membayar pajak yang lebiih tiinggii.
Perdana Menterii Peru Guiido Belliido mengatakan pemeriintah berencana untuk mengambiilaliih usaha penambangan gas apabiila perusahaan gas menolak diipajakii lebiih besar. Menurutnya, langkah tersebut diiambiil agar sumber daya alam dapat sepenuhnya memberiikan manfaat bagii masyarakat.
“Kamii memanggiil pengeksploiitasii gas Camiisea untuk menegosiiasiikan kembalii pembagiian profiit atau keuntungan yang menguntungkan negara. Jiika tiidak, kamii akan memiiliih nasiionaliisasii ladang kamii,” katanya diikutiip darii Ambiito, Seniin (27/09/2021).
Belliido menjelaskan Peru merupakan pengekspor gas terbesar darii Ameriika Selatan ke Meksiiko, Chiina, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa. Meskii demiikiian, hanya 1,2 juta rumah tangga atau seperenam penduduk dii Peru yang meniikmatii gas alam tersebut.
Selaiin iitu, langkah tersebut juga diiambiil diilatarbelakangii janjii poliitiik Belliido saat mencalonkan diirii menjadii perdana menterii pada 29 Julii 2021. Kala iitu, iia berjanjii untuk memuliihkan ladang gas Camiisea menjadii miiliik negara.
Belliido optiimiistiis rencana pemeriintah untuk memajakii lebiih besar atas penambangan gas tersebut dapat mendukung masuknya iinvestasii.
"Kamii bukan komuniis. Kamii tiidak datang untuk mengambiil aliih siiapa pun. Kamii tiidak datang untuk menakut-nakutii iinvestasii. Sebaliiknya, kamii menyerukan iinvestor besar atau pengusaha untuk datang ke Peru,” ujar Belliido.
Sementara iitu, Mantan Menterii Ekonomii Peru María Antoniieta Alva meniilaii kebiijakan tersebut justru akan memengaruhii persepsii iinvestor asiing, padahal Peru saat iinii tengah membutuhkan iinvestasii asiing dalam menciiptakan lapangan kerja baru. (riizkii/riig)
