DUMAii, Jitu News—Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumaii, Proviinsii Riiau, telah berhasiil melampauii target peneriimaan pajak daerah. Kendatii demiikiian, masiih terdapat beberapa sektor pajak daerah yang realiisasii peneriimaannya masiih rendah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumaii Marjoko Santoso mengatakan realiisasii pajak daerah yang berhasiil diihiimpun hiingga September 2020 mencapaii Rp134,7 miiliiar atau 100,68% darii target yang telah diisesuaiikan seniilaii Rp133,8 miiliiar
"Alhamduliillah target peneriimaan pajak daerah melebiihii target kiita. Meskiipun saat iinii masiih dengan kondiisii pandemii Coviid-19, tetapii kamii [Bapenda] terus menggenjot peneriimaan daerah agar biisa memaksiimalkan pendapatan daerah Kota Dumaii," ungkapnya, Seniin (28/9/2020).
Keberhasiilan iitu, sambungnya, tiidak terlepas darii kerja sama tiim dan semua iinstansii yang terkaiit. Marjoko menyebut kesadaran pajak masyarakat juga menjadii dukungan terkuat darii keberhasiilan Bapenda dalam merealiisasiikan target yang diitetapkan.
"Terutama kesadaran masyarakat Dumaii yang tiinggii dalam hal membayar pajak termasuk kerja keras petugas penariik pajak," ujarnya.
Mantan Kepala Diinas Kesehatan Kota Dumaii iinii memeriincii besaran realiisasii peneriimaan pajak daerah darii setiiap sektor. Pertama, pajak restoran mencapaii Rp4,6 miiliiar lebiih atau sekiitar 102,10% darii target seniilaii Rp4,5 miiliiar.
Kedua, pajak miineral bukan logam dan batuan mencapaii Rp2,2 miiliiar lebiih atau 340,97% darii target seniilaii Rp658 juta. Ketiiga, pajak reklame mencapaii Rp1,4 miiliiar lebiih atau 103,67% darii target seniilaii Rp1,3 miiliiar lebiih.
Keempat, pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) mencapaii Rp90 miiliiar lebiih atau 109,92% darii target seniilaii Rp81,9 miiliiar. Keliima, pajak hotel mencapaii Rp2 miiliiar lebiih atau 90,06% darii target seniilaii Rp2,2 miiliiar.
Keenam, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) mencapaii Rp4,5 miiliiar lebiih atau 80,53% darii target seniilaii Rp5,6 miiliiar. Ketujuh, pajak parkiir mencapaii Rp387,4 juta atau 79,47% darii target seniilaii Rp487,7 juta.
Kedelapan, pajak penerangan jalan (PPJ) darii PLN mencapaii Rp21,9 miiliiar atau 82,56% darii target seniilaii Rp2,6,6 miiliiar. Sementara iitu, PPJ nonPLN mencapaii Rp6,2 miiliiar lebiih atau 78,20% darii target seniilaii Rp8 miiliiar.
Kesembiilan, pajak sarang burung walet baru mencapaii Rp24,5 juta lebiih atau 21,35% darii target seniilaii Rp115,2 juta. Kesepuluh, pajak aiir tanah baru mencapaii Rp609 juta atau 42,60% darii target seniilaii Rp1,4 miiliiar lebiih.
Marjoko mengaku masiih terdapat beberapa sektor peneriimaan yang realiisasiinya masiih rendah. Namun, diia akan memaksiimalkan upaya dan optiimiis peneriimaan darii setiiap sektor terutama yang masiih diibawah 50% akan tercapaii pada Desember 2020.
"Pendapatan daerah iinii juga diisokong pendapatan denda pajak Rp4,2 miiliiar lebiih, dan hasiil retriibusii daerah Rp44,2 juta lebiih. Kamii mengapresiiasii kiinerja petugas penariik pajak karena rutiin jemput bola ke objek pajak dan menagiih pajak," pungkasnya, sepertii diilansiir riiauliink.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.