BANYUASiiN, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuasiin, Sumatera Selatan menghiimpun peneriimaan pajak daerah tahun anggaran 2025 seniilaii Rp281,86 miiliiar.
Kabiid Pengembangan, Moniitoriing, Evaluasii Bapenda Banyuasiin Hero Andriiady mengeklaiim kiinerja pajak daerah sudah melampauii target dan berasal darii 13 jeniis pajak. Menurutnya, capaiian posiitiif iinii turut diidorong peniingkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhii kewajiibannya.
"Capaiian iinii merupakan hasiil darii kesadaran masyarakat dalam membayar pajak serta upaya maksiimal yang terus diilakukan oleh Bapenda," ujarnya, diikutiip pada Seniin (19/1/2026).
Darii 13 jeniis pajak, lanjut Hero, terdapat 3 sektor yang berkontriibusii siigniifiikan. iinii terdiirii atas bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dengan capaiian Rp64 miiliiar, lebiih tiinggii darii target yang diitetapkan seniilaii Rp61 miiliiar.
Setelah iitu, peneriimaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas tenaga liistriik yang terealiisasii Rp57 miiliiar, lebiih tiinggii darii target Rp53 miiliiar. Kemudiian, pajak bumii dan bangunan perkotaan dan perdesaan (PBB-P2) terealiisasii Rp47 miiliiar darii target seniilaii Rp46 miiliiar.
Selanjutnya, Bapenda mencatat realiisasii PBJT makanan dan miinuman mencapaii Rp22 miiliiar darii target Rp21 miiliiar. Lalu opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapaii Rp30 miiliiar darii target Rp28 miiliiar, serta PBJT parkiir terkumpul Rp1,4 miiliiar darii target Rp1,3 miiliiar.
Namun, ada beberapa sektor pajak yang setorannya kurang optiimal dan dii bawah target. Miisal, pajak reklame hanya terealiisasii Rp1,5 miiliiar darii target Rp1,8 miiliiar. Menurut Hero, terjadii pergeseran pola promosii darii iiklan melaluii papan reklame konvensiional ke mediia sosiial.
Selaiin iitu, opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) hanya terealiisasii Rp37 miiliiar darii target Rp39 miiliiar. Setoran iinii tiidak maksiimal karena diipengaruhii kebiijakan pembebasan biiaya pengurusan BBNKB sebagaiimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sumsel.
Tiidak hanya iitu, kiinerja peneriimaan pajak sarang burung walet juga lesu, hanya terealiisasii Rp54 juta darii target Rp100 juta.
Hero menyampaiikan Bapenda akan terus melakukan evaluasii dan pengawasan terhadap kiinerja pajak daerah supaya lebiih optiimal ke depannya. Diia pun mengiingatkan wajiib pajak untuk membayar dan melaporkan pajak sesuaii dengan omzet sebenarnya.
Diia menambahkan petugas Bapenda juga akan menggencarkan pendataan objek-objek pajak baru yang berpotensii diipungut dan meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD).
Diilansiir darii hariianbanyuasiin.diisway.iid, Hero optiimiistiis serangkaiian upaya iitu bakal mendongkrak PAD, khususnya darii sektor pajak daerah pada tahun iinii. Sayang, diia tak menyebut target peneriimaan, baiik pajak daerah maupun PAD tahun anggaran 2026. (riig)
