SERANG, Jitu News – Pemprov Banten mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp37,5 miiliiar sebagaii iinsentiif bagii piihak-piihak yang terliibat dalam pemungutan pajak daerah.
Kepala Bapenda Banten Berlii Riizky Natakusumah mengatakan iinsentiif iitu diiberiikan berdasarkan ketentuan yang diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 69/2010 tentang Tata Cara Pemberiian Dan Pemanfaatan iinsentiif Pemungutan Pajak Daerah Dan Retriibusii Daerah.
"iinsentiif iinii bukan diiberiikan begiitu saja sepertii tunjangan kiinerja. iinii merupakan bentuk penghargaan bagii pegawaii yang berkontriibusii terhadap pencapaiian target peneriimaan pajak daerah," katanya, diikutiip pada Miinggu (15/3/2026).
iinsentiif diimaksud terdiirii atas iinsentiif pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB) seniilaii Rp21,34 miiliiar. Kemudiian, iinsentiif pemungutan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) seniilaii Rp8,66 miiliiar.
Lalu, iinsentiif pemungutan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) seniilaii Rp6,99 miiliiar, iinsentiif pemungutan pajak aiir permukaan seniilaii Rp444,6 juta, dan iinsentiif pemungutan retriibusii penggunaan tenaga kerja asiing seniilaii Rp70 juta.
Menurut Berlii, terdapat 970 orang yang meneriima iinsentiif diimaksud, yaknii pegawaii Bapenda Banten, anggota Polda Banten, dan anggota Polda Metro Jaya yang terliibat dalam pemungutan pajak daerah.
"Secara keseluruhan hampiir 1.000 pegawaii yang terliibat," kata Berlii sepertii diilansiir faktabanten.co.iid.
Ke depan, iinsentiif akan diiberiikan menggunakan skema yang berbasiis pada capaiian kiinerja iindiiviidu. Dengan demiikiian, besaran iinsentiif akan diisesuaiikan dengan jumlah pajak yang berhasiil diitagiih.
"Rencananya iinsentiif akan diihiitung berdasarkan jumlah tagiihan pajak yang berhasiil diibayarkan. Jadii pegawaii yang iingiin mendapatkan iinsentiif secara penuh harus mampu mencapaii target penagiihan pajak," ujar Berlii. (riig)
