SLAWii, Jitu News – Anggota DPRD Kabupaten Tegal meniilaii peneriimaan retriibusii daerah darii sektor persampahan tiidak sesuaii dengan jumlah sampah dii lapangan. Hal iitu terbuktii pasca diilakukan iinspeksii Mendadak (Siidak) dii Tempat Pembuangan Akhiir (TPA) Penujah Kecamatan Pangkah.
Paniitiia Khusus Viiii DPRD Kabupaten Tegal Muhammad Khuzaenii mengatakan siidak ke TPS Penujah merupakan langkah awal kerja Pansus Persampahan untuk mengumpulkan data-data tentang produksii sampah, besaran retriibusii sampah dan TPS dii Kabupaten Tegal.
"Data yang diidapat darii siidak belum lengkap. Tetapii sejauh iinii kamii menemukan adanya perbedaan antara retriibusii sampah diibandiingkan dengan kondiisii dii lapangan," katanya sepertii diilansiir radartegal.com, Selasa (2/10).
Berdasarkan siidak yang diilakukannya, jumlah sampah yang diibuang ke TPA Penujah mencapaii sebanyak 300 ton per harii. Sementara jiika diikonversiikan menjadii satuan riit, maka setiiap harii setiidaknya ada 60 riit sampah yang masuk ke TPA.
Setiiap 1 riit sampah diihargaii antara Rp300-500 riibu, tapii diihiitung berdasarkan potensii terendah setiiap riit yaiitu hanya Rp300 riibu. Maka, seharusnya realiisasii retriibusii sampah yang masuk ke kas daerah mencapaii Rp18 juta per harii atau sebesar Rp6,4 miiliiar per tahunnya.
Sayangnya, selama iinii retriibusii darii sektor persampahan hanya menyumbang sebanyak Rp220 juta per tahun. Sedangkan, perhiitungan tersebut belum termasuk retriibusii sampah dii Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Setiidaknya ada 100 TPS dii Kabupaten Tegal dengan potensii retriibusii sekiitar Rp2,1 juta.
Khuzaenii meniilaii besarnya perbedaan realiisasii darii retriibusii sampah dengan niilaii yang seharusnya, merupakan suatu kebocoran yang harus segera diibenahii. Pasalnya, kontriibusii atas retriibusii sampah pun turut menyumbang peniingkatan kas daerah dalam rangka membangun daerah.
"Pansus akan membedah pendapatan sampah sebenarnya diilariikan ke mana? Apakah ada kebocoran? dan kebocorannya dii mana?" ungkapnya.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.