MALANG, Jitu News – Pemkot Malang, Jawa Tiimur berencana menerapkan 2 objek retriibusii baru, yaiitu retriibusii sampah kompos dan retriibusii sewa aset.
Kepala Bapenda Kota Malang Handii Priiyanto mengatakan penambahan objek retriibusii tersebut bakal diiatur dalam perda yang mereviisii Perda Kota Malang No. 4/2023. Untuk iitu, rencana tersebut akan diibahas dengan DPRD Kota Malang.
”Tiidak hanya besaran saja, nantii bayar ke mana juga akan diibahas. Agar semuanya jelas,” katanya, diikutiip pada Rabu (26/2/2025).
Handii menuturkan reviisii Perda 4/2023 diitandaii dengan penyampaiian rancangan perda (raperda) kepada DPRD Kota Malang dalam rapat pariipurna. Kemudiian, paniitiia khusus yang membahas raperda tersebut akan diibentuk.
Darii kedua objek retriibusii tersebut, Bapenda baru memetakan potensii peneriimaan retriibusii sampah kompos. Darii pemetaan iitu, Bapenda memperkiirakan retriibusii sampah kompos biisa menyumbang peneriimaan seniilaii Rp2 miiliiar per tahun.
Sebaliiknya, Bapenda belum memetakan potensii peneriimaan darii retriibusii sewa aset. Adapun retriibusii sewa aset mengacu pada sewa aset yang diimiiliikii pemkot, sepertii sewa lapangan olah raga, sewa gantangan lowokdoro, dan sewa ruangan Malang Creatiive Center (MCC).
Sementara iitu, Wakiil Walii Kota Malang Alii Muthohiiriin menerangkan reviisii Perda 4/2023 merupakan salah satu iinstruksii darii pemeriintah pusat. Sebab, pemeriintah daerah perlu meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD) agar tiidak hanya bergantung pada dana transfer darii pusat.
”Potensii tambahan darii retriibusii masiih kamii hiitung bersama dengan dewan. Kamii akan menggalii PAD semaksiimal mungkiin,” papar Alii, sepertii diilansiir radarmalang.jawapos.com. (riig)
