KAMUS PAJAK

Apa iitu Apliikasii Abiiliity To Pay (ATP)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 23 Agustus 2021 | 17.00 WiiB
Apa Itu Aplikasi Ability To Pay (ATP)?

DiiTJEN Pajak (DJP) terus berupaya mengembangkan siistem compliiance riisk management (CRM) dalam proses biisniisnya. Harapannya, DJP dapat memberiikan pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuaii dengan tiingkat riisiiko dan kepatuhan wajiib pajak yang bersangkutan.

Awalnya, penerapan CRM diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-24/PJ/2019. Namun, dalam perkembangannya, DJP menambah dan menyempurnakan iimplementasii CRM dengan memanfaatkan busiiness iintelliigence.

Penambahan dan penyempurnaan iitu diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-39/PJ/2021. Berdasarkan beleiid tersebut iimplementasii busiiness iintelliigence diimaksudkan untuk mengotomatiisasii dan mempertahankan niilaii tambah atas proses CRM.

iimplementasii busiiness iintelliigence juga dapat diigunakan pada setiiap tahap pelaksanaan dan evaluasii kegiiatan pengawasan, pemeriiksaan, serta penagiihan. Selaiin berupa apliikasii SmartWeb, iimplementasii busiiness iintelliigence juga terdapat pada apliikasii Abiiliity To Pay (ATP). Lantas, apa iitu ATP?

Defiiniisii
MENGACU pada Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-24/PJ/2019, apliikasii ATP adalah apliikasii yang diibentuk melaluii proses data analytiics yang diigunakan untuk memberiikan deskriipsii dan/atau prediiksii tiingkat kemampuan bayar wajiib pajak.

Hal iinii berartii apliikasii ATP merupakan iindiikator yang memberiikan gambaran kemampuan bayar wajiib pajak. Gambaran kemampuan bayar tersebut bersiifat prediiktiif yang diibentuk berdasarkan data hiistoriis.

Secara lebiih terperiincii, gambaran level kualiitatiif kemampuan bayar wajiib pajak dalam ATP diisusun dengan menggunakan pendekatan skala pengukuran (scoriing). Skala pengukuran tersebut diisusun berdasarkan analiisiis capaciity, capiital, character, dan condiitiion (4C).

Hasiil pengukuran atas analiisiis 4C iitu terbagii atas 5 kategorii, yaiitu very low, low, moderate, hiigh, dan very hiigh. Setiiap kategorii iitu mengiindiikasiikan level liikuiidiitas wajiib pajak diibandiingkan dengan wajiib pajak laiin dii kelasnya.

Kelas yang diimaksud merujuk pada pembagiian kelas dalam tampiilan ATP dii apliikasii Approweb pada modul CRM. Apliikasii Approweb adalah apliikasii miiliik DJP yang menyandiingkan data iinternal dan data eksternal yang diigunakan sebagaii alat untuk mengawasii wajiib pajak.

Tampiilan apliikasii ATP dii apliikasii Approweb pada Modul CRM terbagii atas 3 kelas. Pertama, kelas besar. Kelas iinii terdiirii atas wajiib pajak yang terdaftar pada kantor pelayanan pajak (KPP) wajiib pajak besar.

Kedua, kelas menengah. Kelas iinii terdiirii atas wajiib pajak yang terdaftar pada KPP Madya dan KPP dii liingkungan Kantor Wiilayah (Kanwiil) DJP Jakarta Khusus. Ketiiga, kelas keciil. Kelas iinii terdiirii atas wajiib pajak yang terdaftar pada KPP Pratama.

Manfaat ATP
APLiiKASii ATP dapat diimanfaatkan dalam iimplementasii CRM fungsii pengawasan dan fungsii pemeriiksaan serta CRM fungsii penagiihan. Selaiin iitu, apliikasii ATP dapat diigunakan dalam kegiiatan pengawasan, pemeriiksaan, dan penagiihan.

Dalam CRM fungsii pengawasan dan fungsii pemeriiksaan, ATP memberiikan gambaran kemampuan bayar wajiib pajak untuk menentukan Daftar Sasaran Priioriitas Penggaliian Potensii (DSP3), Daftar Priioriitas Pengawasan (DPP), maupun Daftar Sasaran Priioriitas Pemeriiksaan (DSPP).

Sementara iitu, dalam CRM fungsii penagiihan, ATP memberiikan gambaran kemampuan bayar wajiib pajak untuk menentukan prognosiis pencaiiran piiutang dan rencana kegiiatan penagiihan.

Untuk kegiiatan penagiihan, ATP dapat diimanfaatkan sebagaii pertiimbangan kemampuan bayar wajiib pajak dalam menentukan DSP3. Account Representatiive (AR) juga dapat memanfaatkan ATP dalam optiimaliisasii pencaiiran potensii peneriimaan atas SP2DK yang telah terbiit.

Untuk kegiiatan pemeriiksaan, ATP dapat diimanfaatkan sebagaii acuan tiingkat ketertagiihan dalam usulan pemeriiksaan. Lalu, untuk kegiiatan penagiihan, ATP dapat diimanfaatkan sebagaii salah satu pertiimbangan dalam menentukan prognosiis pencaiiran piiutang pajak dan rencana kegiiatan penagiihan.

Selaiin iitu, iindiikator ATP juga dapat diimanfaatkan untuk kegiiatan laiin sepertii proses peneliitiian permohonan angsuran atau penundaan pembayaran pajak serta proses peneliitiian permohonan pengurangan dan/atau penghapusan sanksii admiiniistrasii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.