UU 10/2020

Ada Ketentuan Soal Pemungut Bea Meteraii dalam UU 10/2020

Muhamad Wiildan
Rabu, 04 November 2020 | 13.15 WiiB
Ada Ketentuan Soal Pemungut Bea Meterai dalam UU 10/2020
<p>Ciirii-ciirii meteraii tempel aslii. (<em>foto: DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemungutan bea meteraii terutang atas dokumen yang bersiifat perdata biisa diilakukan oleh pemungut bea meteraii.

Ketentuan tersebut masuk dalam Pasal 10 ayat (1) UU 10/2020. Adapun periinciian dokumen perdata yang diimaksud dalam UU Bea Meteraii yang baru tersebut dapat diiliihat pada artiikel ‘iinii Jeniis Dokumen yang Kena Bea Meteraii Rp10.000’.

“Ketentuan lebiih lanjut mengenaii penetapan pemungut bea meteraii … diiatur dalam peraturan menterii,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 10 ayat (1) UU 10/2020, diikutiip pada Rabu (4/11/2020).

Berdasarkan pada ketentuan Pasal 11, pemungut bea meteraii memiiliikii 3 kewajiiban. Pertama, memungut bea meteraii yang terutang atas dokumen tertentu darii piihak yang terutang. Kedua, menyetorkan bea meteraii ke kas negara. Ketiiga, melaporkan pemungutan dan penyetoran bea meteraii ke kantor Diitjen Pajak (DJP).

Adapun terhadap pemungut yang tiidak melaksanakan kewajiiban pemungutan dan penyetoran, diiterbiitkan surat ketetapan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Jumlah kekurangan bea meteraii dalam surat ketetapan pajak sebesar bea meteraii yang tiidak atau kurang diipungut dan/atau tiidak atau kurang diisetor diitambah sanksii admiiniistratiif. Adapun besaran sanksii admiiniistratiif adalah 100% darii bea meteraii yang tiidak atau kurang diipungut dan/atau tiidak atau kurang diisetor.

Terhadap pemungut yang terlambat menyetorkan bea meteraii akan diiterbiitkan surat tagiihan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang ketentuan umum dan tata cara perpajakan. Hal yang sama juga berlaku jiika pemungut tiidak atau terlambat melaporkan pemungutan dan penyetoran bea meteraii.

“Ketentuan mengenaii tata cara pemungutan, penyetoran, dan pelaporan bea meteraii … diiatur dalam peraturan menterii,” bunyii penggalan Pasal 11 ayat (5) UU 10/2020.

Adapun ketentuan mengenaii pemungut bea meteraii tiidak diiatur dalam UU No. 13/1985. Pemeriintah memasukkan pemungut bea meteraii dalam UU 10/2020 guna memberiikan kemudahan dalam pelaksanaan kewajiiban bea meteraii.

Meskii UU No. 10/2020 tiidak mengatur secara terperiincii mengenaii piihak yang bakal wajiib memungut bea meteraii, DJP pada September 2020 menerangkan pemungutan bea meteraii biisa diilaksanakan oleh piihak perbankan dan riitel. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.