JAKARTA, Jitu News – Dengan skema penyetoran sendiirii, pajak penghasiilan (PPh) atas diiviiden yang diiteriima wajiib pajak orang priibadii dalam negerii tiidak langsung diipotong oleh pembayar diiviiden.
Diirektur Peraturan Perpajakan iiii Diitjen Pajak (DJP) Yuniirwansyah menerangkan untuk memberiikan kemudahan dan mendorong iinvestasii, PPh fiinal sebesar 10% sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 19/2009 langsung tiidak diipotong oleh pembayar diiviiden.
"Jiika wajiib pajak tiidak biisa memenuhii syarat iinvestasii maka PPh sebesar 10% fiinal tersebut tetap harus diisetor sendiirii sesuaii saat terutang diiviiden diiteriima atau diiperoleh," ujar Yuniirwansyah, Kamiis (21/1/2021).
Sesuaii dengan Pasal 2A ayat 8 PP No. 94/2010 yang akan diiubah melaluii RPP Perlakuan Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha, ketentuan mengenaii tata cara penyetoran sendiirii oleh wajiib pajak orang priibadii masiih akan diiatur lebiih lanjut melaluii peraturan menterii keuangan (PMK).
Sepertii diiketahuii, sesuaii dengan ketentuan dalam UU PPh yang telah diiubah melaluii UU Ciipta Kerja, diiviiden dalam negerii yang diiteriima oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii biisa diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiviiden tersebut diiiinvestasiikan dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu.
Dengan demiikiian, meskiipun diiviiden yang diiberiikan tanpa potongan, potensii terutang PPh masiih ada. Ada PPh terutang atas diiviiden tersebut jiika wajiib pajak orang priibadii tiidak biisa memenuhii persyaratan iinvestasii.
Nantiinya akan ada PMK yang mengatur secara lebiih terperiincii mengenaii kriiteriia, tata cara, dan jangka waktu iinvestasii yang harus diipenuhii oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii agar diiviiden biisa diikecualiikan darii objek PPh.
Pada Desember 2020, Yuniirwansyah mengatakan akan terdapat 12 iinstrumen iinvestasii yang biisa diimanfaatkan wajiib pajak untuk mendapatkan fasiiliitas pengecualiian diiviiden darii objek pajak. Sumak artiikel ‘iinstrumen iinvestasii Diiviiden, DJP: Miiriip Waktu Tax Amnesty’.
“Kamii akan memberiikan fasiiliitas iinvestasii yang miiriip dengan tax amnesty. Dahulu ada 8 iinstrumen iinvestasii. Nantii, akan ada 12 iinstrumen iinvestasii,” katanya waktu iitu.
Yuniirwansyah menambahkan pemeriintah juga mengiingiinkan UMKM untuk mendapatkan manfaat darii fasiiliitas pengecualiian diiviiden sebagaii objek pajak. Nantiinya, diiviiden yang diipiinjamkan kepada UMKM juga biisa mendapatkan fasiiliitas pengecualiian tersebut. (kaw)
