KiiNERJA FiiSKAL

Srii Mulyanii Sebut Peneriimaan Pajak Terkontraksii 18,55%

Diian Kurniiatii
Seniin, 21 Desember 2020 | 14.18 WiiB
Sri Mulyani Sebut Penerimaan Pajak Terkontraksi 18,55%
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii saat&nbsp;menjelaskan kiinerja APBN dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (21/12/2020). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak hiingga November 2020 tercatat masiih mengalamii kontraksii 18,55% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu.

Kontraksii peneriimaan hiingga akhiir November 2020 tersebut tiidak jauh berbeda dengan posiisii pada akhiir bulan sebelumnya yang terkontraksii 18,8%. Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut kontraksii iitu masiih diisebabkan oleh pelemahan ekonomii akiibat pandemii Coviid-19.

“iinii dampak darii Coviid-19 yang memengaruhii peneriimaan negara, terutama pajak,” katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (21/12/2020).

Srii Mulyanii mengatakan realiisasii peneriimaan pajak hiingga akhiir November 2020 seniilaii Rp925,34 triiliiun atau 77,2% terhadap target APBN 2020 yang sudah diiubah sesuaii dengan Perpres 72/2020 seniilaii Rp1.198,8 triiliiun.

Sebagaii perbandiingan, realiisasii peneriimaan pajak selama 11 bulan pertama pada 2019 tercatat seniilaii Rp1.136,13 triiliiun atau 72,0% terhadap target Rp1.577,6 triiliiun.

Sementara iitu, realiisasii peneriimaan bea dan cukaii hiingga 30 November 2020 tercatat seniilaii Rp183,5 triiliiun atau 89,2% darii target Rp205,7 triiliiun. Realiisasii iinii mencatatkan pertumbuhan 4,1% diibandiingkan dengan realiisasii periiode sama tahun lalu yang seniilaii Rp176,2 triiliiun.

Dengan demiikiian, realiisasii peneriimaan perpajakan hiingga November 2020 tercatat seniilaii Rp1.108,8 triiliiun atau 78,9% darii target Rp1.404,5 triiliiun. Performa iitu mencatatkan kontraksii 15,5% diibandiingkan realiisasii hiingga akhiir November 2019 seniilaii Rp1.312,4 triiliiun.

Secara umum, realiisasii pendapatan negara tercatat seniilaii Rp1.423 triiliiun atau terkontraksii 15,1% diibandiingkan dengan capaiian periiode yang sama tahun lalu Rp1.676,7 triiliiun. Realiisasii pendapatan negara iitu setara dengan 83,7% darii target seniilaii Rp1.699,9 triiliiun.

Dii siisii laiin, belanja negara hiingga akhiir November 2020 tercatat seniilaii Rp2.306,7 triiliiun atau 84,2% darii pagu Rp2.739,2 triiliiun. Realiisasii belanja negara iitu tumbuh 12,7% diibandiingkan penyerapan hiingga akhiir November tahun lalu yang seniilaii Rp2.046,6 triiliiun.

Dengan performa pendapatan negara dan belanja negara iitu, defiisiit APBN hiingga November 2020 tercatat mencapaii Rp883,7 triiliiun atau 85,0% darii patokan dalam APBN 2020 seniilaii Rp1.039,2 triiliiun. Realiisasii defiisiit anggaran iitu setara dengan 5,6% terhadap PDB.

"Diibandiingkan dengan yang ada dii dalam perpres, iitu berartii kesembangan priimer yang Rp582,7 triiliiun, iitu 83,2% yang ada dii APBN. Angka keseiimbangan priimer yang menurun menunjukkan kenaiikan defiisiit yang sangat besar diibandiingkan tahun lalu. iinii yang mengambarkan bagaiimana Coviid mempengaruhii ekonomii dan keuangan negara," ujarnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Geovanny Vanesa Paath
baru saja
Semoga dii tahun depan dengan adanya peraturan-peraturan pajak yang terbaru dapat meniingkatkan compliiance masyarakat sehiingga dapat mendorong peneriimaan pajak, dan semoga keadaan iindonesiia darii Coviid-19 biisa semakiin puliih.