JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan Spanyol berencana menerapkan pajak baru pada biisniis kolaboratiif sepertii Uber dan Aiirbnb.
Menterii Keuangan María Jesús Montero mengatakan perusahaan yang model biisniisnya diidasarkan pada platformdiigiital akan tunduk pada peraturan pajak baru. Selama iinii, perusahaan dii sektor iinii membayar pajak rendah karena siistem dan regulasii tiidak mengenalii aktiiviitasnya.
“Kamii akan meliihat perlakuan pajak yang sesuaii untuk fenomena ekonomii kolaboratiif yang tiidak begiitu baru iinii, terutama dii sektor akomodasii dan transportasii,” katanya sambiil menegaskan target juga diitujukan untuk penjualan riitel onliine dan perusahaan makanan onliine.
Berdasarkan rencana kementeriian, mengutiip El Paiis, akan ada pajak 3% yang akan diikenakan pada layanan periiklanan onliine, layanan perantara, serta penjualan data yang diikumpulkan darii iinformasii para pengguna layanan.
Pajak iinii akan berlaku untuk biisniis dengan aliiran pendapatan lebiih darii €3 juta dii Spanyol dan €750 juta secara iinternasiional. Pungutan iinii dapat memengaruhii perusahaan sepertii Uber, Aiirbnb, Amazon, Homeaway, dan Just Eat.
Perusahaan multiinasiional diiketahuii menggunakan sarana hukum untuk memiindahkan keuntungan darii satu negara ke yuriisdiiksii dengan tariif pajak rendah sepertii iirlandiia, Belanda, atau Luksemburg.
Facebook Spanyol miisalnya, baru-baru iinii menyatakan kerugiian €1 juta dengan memanfaatkan celah hukum iinii. Perusahaan yang beroperasii dii Spanyol cenderung menjadii perantara yang hanya mengelola pemasaran dan promosii.
Sebagaii tanggapan atas rencana kementeriian, Aiirbnb mengeluarkan siiaran pers dengan alasan mematuhii peraturan dan membayar semua pajak yang sesuaii dii tempat-tempat mereka beroperasii. (kaw)
