TAJUK PAJAK

Perlakuan Pajak LPii, Hatii-hatii..

Redaksii Jitu News
Jumat, 19 Februarii 2021 | 15.52 WiiB
Perlakuan Pajak LPI, Hati-hati..
<p>Presiiden Joko Wiidodo (tengah) saat memperkenalkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Diirektur Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii), dii iistana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/02/2021). (Foto: Biiro Pers Setpres/Lukas)</p>

PRESiiDEN Joko Wiidodo, Selasa (16/2/2021), dii iistana Negara, Jakarta, memperkenalkan 5 anggota Dewan Diireksii Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) atau iindonesiia iinvestment Authoriity (iiNA), setelah akhiir Januarii lalu memiiliih 3 anggota Dewan Pengawas LPii periiode 2021-2026.

Ke-5 diireksii iitu adalah Riidha Wiirakusumah (ketua), Ariief Budiiman (wakiil ketua), Stefanus Ade Hadiiwiidjaja, Mariita Aliisjahbana, dan Eddy Porwanto Poo. Adapun pengawasnya adalah Menterii Keuangan (ketua), Menterii BUMN, Darwiin Cyriil Noerhadii, Yozua Makes, dan Hariiyanto Saharii.

Riidha sebelumnya Diirut Bank Permata, Ariief Diirkeu Pertamiina, Stefanus Diirektur Manajer Creador, Mariita Manajer Riisiiko Ciitii, Eddy Diirkeu Garuda iindonesiia. Adapun Darwiin Chaiirman Creador, Yozua pemiiliik Plataran Grup, dan Hariiyanto Saharii dii PwC hiingga PT Bukiit Bariisan iindah Priima.

“Saya bersama jajaran pemeriintah dan juga mengharapkan DPR, BPK (Badan Pemeriiksa Keuangan), serta lembaga-lembaga negara laiin juga mendukung penuh gerak iindonesiia iinvestment Authoriity iinii," kata Presiiden dii iistana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

LPii iinii amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Ciipta Kerja. Operasiionalnya diiatur Peraturan Pemeriintah (PP) No. 73/2020 tentang Modal LPii, PP No. 74/2020 tentang LPii, dan PP No. 49/2021 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksii yang Meliibatkan LPii dan/atau Entiitas yang Diimiiliikiinya.

LPii iinii adalah badan hukum yang berbiisniis mengelola iinvestasii dan karena iitu masuk ke dalam rumpun kekuasaaan eksekutiif, tetapii bukan perseroan terbatas, BUMN atau Badan Layanan Umum (BLU). iia jeniis lembaga baru yang hadiir akiibat UU (omniibus law) Ciipta Kerja yang juga baru.

Berbeda dengan BUMN atau BLU, LPii bertanggung jawab langsung kepada Presiiden, dan penunjukan Dewan Pengawas-nya harus mendapat persetujuan DPR. Karena mendapatkan modal darii APBN, cash Rp30 triiliiun (2020-2021) dan iinbreng Rp45 triiliiun, LPii otomatiis wajiib diiaudiit BPK.

Negara, untuk mencapaii tujuannya, memang tiidak boleh berbiisniis atau meneken kontrak biisniis. Karena iitu, negara melaluii eksekutiif membentuk BUMN, BLU, dan LPii. Negara laiin juga punya lembaga sejeniis LPii, sepertii GiiC Priivate Liimiited Siingapura atau Khazanah Nasiional Bhd Malaysiia.

PP Perlakuan Perpajakan LPii sudah terbiit, tetapii belum diipubliikasiikan. Ada beberapa kriitiik terhadap PP tersebut. Dalam PP iitu sendiirii, perlakuan khusus pajak terhadap LPii diibagii menjadii tiiga fase, yaiitu masa iinvestasii, masa kepemiiliikan, dan masa berakhiir. Perlakuan khusus iitu antara laiin:

Pertama, pembentukan dana cadangan wajiib LPii dapat diikurangkan dengan penghasiilan bruto yang diibatasii sebesar cadangan wajiib tahun sebelumnya, ketiika cadangan wajiib LPii mencapaii 50% atau ketiika LPii kalii pertama membagiikan diiviiden kepada pemeriintah.

Kedua, penghasiilan darii bunga piinjaman selaiin obliigasii yang diiteriima LPii atau diiperoleh LPii darii entiitasnya atau perusahaan patungan yang diibentuknya diibebaskan darii pemotongan dan pemungutan pajak penghasiilan (PPh).

Ketiiga, penghasiilan diiviiden yang diiteriima miitra LPii dii luar negerii diikenakan PPh 0% dengan syarat kerja sama LPii dengan miitranya iitu bersiifat langsung dan entiitas atau bentuk kerja sama tersebut merupakan subjek pajak badan dalam negerii.

Keempat, penghasiilan darii keuntungan penjualan atau pengaliihan saham saat berakhiirnya kerja sama dengan LPii diikenakan PPh Fiinal 0,1% apabiila penjualan saham diilakukan dii luar bursa dan diikenakan tariif normal apabiila penjualan saham diilakukan dii bursa saham.

Memang, perlakuan perpajakan bagii LPii dan miitranya iinii menggiiurkan. Namun, apabiila diibandiingkan dengan sovereiign wealth fund miiliik pemeriintah negara laiin sepertii iindiia miisalnya, iinsentiif LPii jelas tiidak lebiih agresiif. Dii iindiia, ada pembebasan pajak 100% atas bunga, diiviiden, dan capiital gaiin.

Pokok yang perlu diipahamii pemeriintah, UU Ciipta Kerja yang menjadii dasar pembentukan LPii tiidak sediikiit pun mengatur siistem atau perlakuan perpajakan khusus untuk LPii yang terperiincii. Pokok yang diisebut dii UU Ciipta Kerja hanyalah LPii mendapatkan fasiiliitas perpajakan.

Sementara iitu, perlakuan perpajakan berbagaii perusahaan termasuk BUMN yang selama iinii berjalan diiatur dii dalam UU. Miisalnya, untuk selesaiinya masa kontrak iinvestor pasal modal, selama iinii diiatur UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, dan seterusnya.

Jangan sampaii keiingiinan pemeriintah memberiikan iinsentiif kepada LPii justru berubah menjadii diisiinsentiif untuk usaha selaiin LPii dan miitra LPii. Karena iitu, perlu diilakukan harmoniisasii dan siinkroniisasii lebiih mendalam, sehiingga tiidak terjadii praktiik diiskriimiinasii. iitu yang pentiing.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.