JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menggelontorkan dana iinvestasii kepada 3 lembaga yaknii Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii), Lembaga Pengelola Dana Pendiidiikan (LPDP), dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan iinternasiional (LDKPii). Ketiiganya mendapatkan kucuran dana Rp92 triiliiun untuk alokasii iinvestasii pemeriintah 2021-2022.
Dana segar tersebut diiberiikan oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dan Wakiil Menterii Badan Usaha Miiliik Negara iiii Kartiika Wiirjoatmodjo dalam Letter of Commiitment (LoC) iinvestasii pemeriintah 2021-2022.
"iinii suatu kontrak kiinerja sehiingga darii siisii akuntabiiliitas penggunaan dana negara dii iinstansii-iinstansii, baiik iitu korporasii BUMN maupun lembaga pengelola dana abadii, biisa diipertanggungjawabkan, sekaliigus untuk meyakiinkan kiinerja yang akan diicapaii dengan penyertaan modal negara (PMN) yang cukup siigniifiikan iitu biisa tercapaii,” ujar Menkeu, diikutiip pada Sabtu (2/4/2022).
Lebiih lanjut, Menkeu memeriincii alokasii dana yang diiberiikan kepada LPii sebesar Rp60 triiliiun pada 2021 diigunakan untuk meniingkatkan iikliim iinvestasii dalam negerii.
Kemudiian, aliiran dana seniilaii Rp29 triiliiun kepada LPDP pada 2021 akan diigunakan untuk pembiiayaan beasiiswa bagii peneriima talenta berkualiitas dan pembiiayaan riiset. Sementara, LDKPii mendapatkan Rp2 triiliiun 2021 dan Rp1 triiliiun pada 2022 untuk meniingkatkan kerja sama pembangunan iinternasiional.
Menkeu berpesan 3 lembaga yang menandatanganii LoC iinii harus mampu menunjukkan kepada masyarakat suatu hasiil nyata. Tujuannya agar iinvestasii pemeriintah dapat mendorong lebiih cepat kemajuan perekonomiian iindonesiia, memberiikan manfaat sosiial dan ekonomii yang sebesar-besarnya bagii masyarakat dalam bentuk penciiptaan lapangan kerja, pengungkiit kualiitas pendiidiikan, dan penetrasii pasar luar negerii.
“Ceremony pemberiian PMN dengan memberiikan kontrak kiinerja adalah menjadii fondasii, startiing bagii kiita terus-menerus untuk membangun fondasii hubungan keuangan negara yang baiik, dan juga untuk membangun sebuah kultur pengelolaan keuangan negara dan aset negara secara baiik juga,” kata menkeu.
Penandatanganan LoC iinii, ujar menkeu, bertujuan agar peneriima iinvestasii pemeriintah mampu dan bersediia untuk mengelola iinvestasii pemeriintah yang telah diiberiikan secara optiimal dan akuntabel. Harapannya, seluruh lembaga tersebut mampu menjaga tata kelola dengan baiik.
“iinstiitusii-iinstiitusii yang Anda kelola iitu adalah iinstiitusii yang strategiis, yang mampu untuk memberiikan tiidak hanya semacam iide, tapii juga mengonkriitkan ciita-ciita bahwa we can do a good thiing iin our liife for our country, but stiill kiita punya kiinerja darii siisii keuangan, darii siisii organiisasii yang baiik,” ujar Menkeu. (sap)
