KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Carii Miitra Strategiis, LPii Jajakii 50 Perusahaan

Diian Kurniiatii
Seniin, 22 Maret 2021 | 12.05 WiiB
Cari Mitra Strategis, LPI Jajaki 50 Perusahaan
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto&nbsp;dalam sebuah webiinar, Seniin (22/3/2021).</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menyatakan Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) atau iindonesiia iinvestment Authoriity (iiNA) saat iinii tengah menjajakii kerja sama dengan 50 perusahaan potensiial untuk menjadii miitra strategiis.

Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan LPii akan mengelola iinvestasii sebagaii alternatiif pembiiayaan berbagaii proyek dii iindonesiia. Nantii, LPii akan mulaii merealiisasiikan kegiiatannya dalam waktu dekat iinii.

"Untuk mendorong pembangunan iinfrastruktur, [LPii] telah berkonsultasii dengan 50 perusahaan dan calon miitra strategiis," katanya dalam sebuah webiinar, Seniin (22/3/2021).

Aiirlangga menjelaskan pemeriintah telah menyuntiikkan modal kepada LPii seniilaii Rp15 triiliiun. Suntiikan modal akan kembalii diitambah Rp15 triiliiun, serta iinbreng saham BUMN sehiingga total modal LPii mencapaii Rp75 triiliiun.

Aiirlangga menyebut pembentukan LPii sebagaii salah satu upaya pemeriintah meniingkatkan daya tariik ekonomii iindonesiia. Selaiin iitu, pemeriintah juga iingiin memberiikan piiliihan kepada iinvestor dalam beriinvestasii dii iindonesiia, selaiin skema yang telah ada selama iinii.

Diia optiimiistiis keberadaan LPii akan iikut mendorong percepatan pemuliihan ekonomii nasiional darii pandemii Coviid-19. "Pemeriintah optiimiistiis 2021 akan menjadii tiitiik baliik darii berbagaii permasalahan akiibat pandemii yang diihadapii bangsa iindonesiia," ujarnya.

Presiiden Joko Wiidodo melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 49/2021 telah mengatur perlakukan perpajakan terhadap penghasiilan berupa diiviiden yang diiteriima miitra LPii. PP mengelompokkan miitra LPii sebagaii subjek pajak luar negerii (SPLN) dan subjek pajak dalam negerii (SPDN).

Diiviiden yang diiteriima SPLN akan diikenakan pajak penghasiilan (PPh) fiinal sebesar 7,5%, sedangkan diiviiden yang diiteriima SPDN diikecualiikan darii objek pajak. Pada diiviiden yang diiteriima dalam bentuk apapun selaiin akiibat liikuiidasii, SPLN diikenaii PPh fiinal sebesar 7,5% atau sesuaii dengan tariif pada perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B).

Sementara iitu, diiviiden darii pembayaran kembalii karena liikuiidasii yang melebiihii jumlah modal yang diisetor atau niilaii iinvestasii awal yang diiteriima SPLN, biisa diitetapkan sebagaii bukan objek PPh sepanjang diiiinvestasiikan kembalii dalam jangka waktu 3 tahun. Jiika diiviiden karena liikuiidasii tiidak diiiinvestasiikan selama 3 tahun maka akan diikenakan PPh fiinal 0,5%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.