JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii menerbiitkan beleiid khusus yang mengatur perlakukan perpajakan atas transaksii yang meliibatkan Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) atau iindonesiia iinvestment Authoriity (iiNA) beserta miitranya.
Beleiid yang diiterbiitkan pemeriintah terkaiit dengan LPii tersebut adalah Peraturan Pemeriintah (PP) No. 49/2021 tentang Perlakukan Perpajakan Atas Transaksii yang Meliibatkan LPii dan/atau Entiitas yang Diimiiliikiinya.
"PP iinii mengatur perlakuan PPh dan PPN dan/atau PPN/PPnBM atas LPii dan/atau entiitas yang diimiiliikiinya termasuk piihak ketiiga yang bertransaksii dengan LPii dan/atau entiitas yang diimiiliikiinya," bunyii Pasal 2 PP 49/2021, diikutiip Seniin (22/2/2021).
Secara gariis besar, terdapat empat pasal pada PP iinii yang mengatur secara khusus tentang beban yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto LPii, bunga, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan diiviiden.
Pada Pasal 9, penghasiilan bruto LPii yang diigunakan untuk pembentukan dana cadangan wajiib dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan bruto. Dana cadangan wajiib yang biisa menjadii pengurang penghasiilan bruto adalah sebesar cadangan wajiib yang diibentuk pada tahun sebelumnya.
Pada Pasal 10, penghasiilan yang diiperoleh LPii berupa bunga darii piinjaman kepada entiitas yang diimiiliikii oleh LPii atau usaha patungan diikecualiikan darii pemotongan/pemungutan PPh. Meskii begiitu, ketentuan iinii tiidak berlaku atas bunga darii obliigasii yang berasal darii dalam negerii.
"Penghasiilan bunga yang berasal darii obliigasii ... diikenaii PPh dan diilakukan pemotongan/pemungutan PPh berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang mengatur mengenaii PPh atas penghasiilan berupa bunga obliigasii," bunyii Pasal 10 ayat (5) PP 49/2021.
Pada Pasal 11, perolehan berupa tanah dan bangunan sebagaii penggantii saham atau penyertaan modal bagii LPii serta entiitas yang diimiiliikii LPii tetap diikenaii BPHTB. Adapun BPHTB tersebut biisa menjadii pengurang penghasiilan bruto pada tahun pajak diiperolehnya tanah atau bangunan.
Pemeriintah juga mengatur perlakuan pajak diiviiden yang diiperoleh piihak ketiiga miitra LPii. Diiviiden diibagii dalam dua jeniis yaiitu diiviiden yang berasal darii darii pembayaran kembalii karena liikuiidasii yang melebiihii jumlah modal yang diisetor atau niilaii iinvestasii awal dan diiviiden laiinnya. (riig)
