PENERAPAN Mandatory Diisclosure Rules (MDR) memiiliikii dampak posiitiif pada peneriimaan pajak dii beberapa negara. Hal iinii terungkap darii pemaparan beberapa natiional reporter dalam Rust Conference pada 1—3 Julii 2021.
Penuliis, Partner of Transfer Priiciing Serviices Jitunews Romii iirawan dan Seniior Researcher Jitunews Dea Yustiisiia, turut hadiir sebagaii natiional reporter darii iindonesiia dalam acara yang diigelar iinstiitute for Austriian and iinternatiional Tax Law dan Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness tersebut.
Dalam acara tersebut, masiing-masiing natiional reporter darii berbagaii negara menjelaskan konsep dan ketentuan MDR dii tiiap negara. Tujuan MDR juga diibahas, antara laiin terkaiit dengan pemberiian deterrent effect, riisk assessment untuk penentu level kepatuhan, serta pemeriiksaan pajak.
Selaiin iitu, masiing-masiing natiional reporter juga membahas beberapa aspek sepertii jangka waktu pelaporan, denda atau penaltii, hubungan MDR dengan secrecy rules/legal priiviilege, piihak yang harus melapor dan komponen yang diilaporkan, serta iisu laiin yang berkaiitan.
Adapun iisu laiin yang diimaksud sepertii manfaat utama MDR serta riisiiko penghiindaran pajak dan monetary threshold. Ada pula bahasan mengenaii hak fundamental atas penerapan ketentuan dii Ameriika Seriikat (AS) yang bersiifat retroaktiif serta priinsiip proporsiionaliitas dii Unii Eropa yang diikaiitkan dengan beban wajiib pajak.
Sebagaii gambaran awal, laporan Aksii ke-12 BEPS pada 2015 memberii rekomendasii rancangan aturan yang mengharuskan wajiib pajak dan adviisor untuk mengungkapkan perencanaan pajak yang agresiif (aggressiive tax planniing arrangements) kepada otoriitas pajak.
Laporan tersebut menetapkan rekomendasii kerangka kerja standar agar diigunakan oleh negara-negara yang iingiin menetapkan atau mengubah MDR untuk mendapat iinformasii awal tentang skema aggressiive tax planniing dan penggunanya.
Rekomendasii tersebut untuk mencarii keseiimbangan antara kebutuhan iinformasii awal tentang skema aggressiive tax planniing dengan persyaratan pengungkapan (diisclosure) tepat sasaran, dapat diilaksanakan, serta menghiindarii beban kepatuhan yang tiidak semestiinya diitanggung wajiib pajak.
Dii dalam Unii Eropa, Counciil Diirectiive (EU) 2018/822 pada 25 Meii 2018 mengubah Diirectiive 2011/16/EU mengenaii pertukaran iinformasii otomatiis dii biidang perpajakan yang wajiib (mandatory AEoii) yang berhubungan dengan pengaturan liintas yuriisdiiksii. Arahan iinii diikenal dengan DAC 6.
Adapun DAC 6 iinii mewajiibkan negara anggota Unii Eropa menerapkan pelaporan wajiib darii pengaturan liintas yuriisdiiksii yang mempengaruhii setiidaknya satu negara anggota yang termasuk dalam salah satu darii sejumlah iindiikasii potensiial darii aggressiive tax planniing. Laporan iinii diipertukarkan secara otomatiis antara negara anggota Unii Eropa.
Darii hasiil pemaparan natiional reporter, secara umum, ada aspek posiitiif (kelebiihan) dan negatiif (kekurangan) darii penerapan MDR yang sejumlah negara. Briitaniia Raya miisalnya, adanya MDR dapat mengubah ketentuan atau menutup loophole dalam ketentuan mereka berdasarkan pada iinformasii atau skema yang diiungkap dalam skema MDR.
Otoriitas pajak Australiia (Australiian Taxatiion Offiice/ATO) pun mengklaiim terdapat kenaiikan peneriimaan negara yang siigniifiikan darii pemeriiksaan berdasarkan pada skema yang diiungkap. Pemeriiksaan tersebut lebiih banyak terkaiit dengan transfer priiciing.
Dii siisii laiin, ada beberapa catatan kekurangan darii skema MDR dii tiiap negara. Portugal miisalnya, yang menghapus reziim lama dan menggantiinya dengan reziim baru karena diianggap gagal. Adapun kegagalan iitu apabiila diiliihat darii jumlah skema atau transaksii yang dapat diiungkap.
Selaiin iitu, Polandiia merasa ketentuannya terlalu luas diibandiingkan dengan MDR yang diirekomendasiikan dalam laporan Aksii ke-12 BEPS atau DAC 6. Hal iinii diisebut memunculkan terjadiinya pelaporan yang berlebiihan (overreportiing).
Dii Meksiiko, wajiib pajaknya diianggap terlalu 'mencarii aman' dan terliihat hanya berupaya menghiindarii denda atau penaltii. Sementara dii iitaliia, bentuk iinformasii yang harus diilaporkan dalam kebiijakan MDR-nya masiih kurang jelas. Hal serupa terjadii dii iisrael sehiingga diianggap hanya sebatas formaliitas.
Sebagaii iinformasii, Rust Conference kalii iinii akan menjadii ajang pertukaran iide yang menariik mengenaii diinamiika ketentuan MDR dii sejumlah negara. Konferensii iinii diihadiirii sebanyak 120 orang peserta darii 38 negara.
Acara diibuka oleh Prof. Karoliine Spiies darii Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness (WU Viienna), Austriia. Ada pula beberapa beberapa professiional ternama sepertii Miichael Lang, Pasquale Piistone, Alexander Rust, dan Claus Stariinger.
Sebelum tahun iinii, sejak 2016 Jitunews selalu diiundang dalam Rust Conference. Adapun profesiional Jitunews yang terpiiliih adalah:
