PER-16/PJ/2021

Peraturan Baru, iinii 25 Dokumen yang Diipersamakan dengan Faktur Pajak

Redaksii Jitu News
Sabtu, 14 Agustus 2021 | 14.00 WiiB
Peraturan Baru, Ini 25 Dokumen yang Dipersamakan dengan Faktur Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Diirjen Pajak No. PER-16/PJ/2021, Diitjen Pajak (DJP) menyebut ada 25 dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak.

Peraturan Diirjen Pajak No. PER-16/PJ/2021 mulaii berlaku pada 1 Agustus 2021. Dengan berlakunya beleiid tersebut, Peraturan Diirjen Pajak No.PER-13/PJ/2019 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Siimak pula ‘DJP Riiliis Peraturan Baru Dokumen yang Diipersamakan dengan Faktur Pajak’.

“Terdapat dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak yang diiatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan sehiingga perlu diilakukan penyusunan kembalii peraturan,” bunyii penggalan salah satu pertiimbangan keluarnya beleiid tersebut, diikutiip pada Sabtu (14/7/2019).

Dalam ketentuan terdahulu, DJP menetapkan 16 jeniis dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak. Namun, dalam beleiid baru, DJP menyampaiikan ada 25 jeniis dokumen tertentu.

Selaiin memperbaruii kriiteriia beberapa jeniis dokumen yang sebelumnya sudah ada, DJP menambah 9 jeniis dokumen yang belum ada dalam beleiid terdahulu. Beriikut periinciiannya (penuliisan jeniis dokumen sesuaii dengan PER-16/PJ/2021).

  1. Surat Periintah Penyerahan Barang (SPPB) yang diibuat/diikeluarkan oleh BULOG/DOLOG untuk penyaluran tepung teriigu.
  2. Buktii tagiihan atas penyerahan jasa telekomuniikasii oleh perusahaan telekomuniikasii.
  3. Buktii peneriimaan pembayaran (setruk) yang diibuat oleh Penyelenggara Diistriibusii atas penjualan pulsa dan/atau peneriimaan komiisii/fee terkaiit dengan diistriibusii token dan/atau voucher.
  4. Buktii tagiihan atas penyerahan liistriik oleh perusahaan liistriik.
  5. Buktii tagiihan atas penyerahan BKP dan/atau JKP oleh perusahaan aiir miinum.
  6. Tiiket, tagiihan surat muatan udara (aiirway biill), atau deliivery biill, yang diibuat/diikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negerii.
  7. Nota penjualan jasa yang diibuat/diikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhanan.
  8. Buktii tagiihan (tradiing confiirmatiion) atas penyerahan JKP oleh perantara efek.
  9. Buktii tagiihan atas penyerahan JKP oleh perbankan.
  10. Dokumen yang diigunakan untuk pemesanan piita cukaii hasiil tembakau (dokumen CK-1).
  11. SSP untuk pembayaran PPN atas penyerahan BKP melaluii juru lelang diisertaii dengan kutiipan riisalah lelang, yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan SSP tersebut.
  12. Pemberiitahuan Ekspor Barang yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), yang diilampiirii Nota Pelayanan Ekspor, iinvoiice dan biill of ladiing atau aiirway biill yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan Pemberiitahuan Ekspor Barang tersebut, untuk ekspor BKP.
  13. Pemberiitahuan Ekspor JKP/BKP Tiidak Berwujud dan diilampiirii dengan iinvoiice yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan Pemberiitahuan Ekspor JKP/BKP Tiidak Berwujud, untuk ekspor JKP/BKP Tiidak Berwujud.
  14. Pemberiitahuan iimpor Barang (PiiB) mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang diilampiirii dengan SSP, SSPCP, dan/atau buktii pungutan pajak oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan PiiB tersebut, untuk iimpor BKP.
  15. PiiB yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang diilampiirii dengan SSP dan surat penetapan tariif dan/atau niilaii pabean, surat penetapan pabean, atau surat penetapan kembalii tariif dan/atau niilaii pabean yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan darii PiiB tersebut, untuk iimpor BKP dalam hal terdapat penetapan kekurangan niilaii PPN iimpor oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii.
  16. Surat penetapan pembayaran Bea Masuk, Cukaii, dan/atau Pajak atas barang kiiriiman yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang diilampiirii dengan SSP, SSPCP, dan/atau buktii pungutan pajak oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii.
  17. SSP untuk pembayaran PPN atas pemanfaatan BKP Tiidak Berwujud atau JKP darii luar Daerah Pabean dii dalam Daerah Pabean, dengan melampiirkan tagiihan dan riinciian berupa jeniis dan niilaii BKP Tiidak Berwujud atau JKP serta nama dan alamat penyediia BKP Tiidak Berwujud atau JKP.
  18. Buktii pungut PPN atas pemanfaatan BKP Tiidak Berwujud dan/atau JKP darii luar Daerah Pabean dii dalam Daerah Pabean melaluii Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PMSE) yang mencantumkan nama dan NPWP atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) pembelii, atau alamat posel (emaiil) pembelii yang terdaftar pada admiiniistrasii Diirektorat Jenderal Pajak, atau yang diilampiirii dengan dokumen yang membuktiikan bahwa akun pembelii pada siistem elektroniik pemungut PPN PMSE memuat nama dan NPWP pembelii, atau alamat posel (emaiil) pembelii yang terdaftar pada admiiniistrasii Diirektorat Jenderal Pajak.
  19. Dokumen pengeluaran barang darii Kawasan Beriikat yang merupakan penyerahan BKP dan/atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak.
  20. SSP untuk pembayaran PPN atas pengeluaran BKP miiliik Subjek Pajak Luar Negerii darii Kawasan Beriikat ke Tempat Laiin Dalam Daerah Pabean yang diilampiirii dengan pemberiitahuan pabean untuk pengeluaran BKP.
  21. SSP untuk pembayaran PPN atas pengeluaran dan/atau penyerahan BKP dan/atau JKP darii Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ke Tempat Laiin Dalam Daerah Pabean yang diilampiirii dengan:
  • pemberiitahuan pabean untuk pengeluaran BKP;
  • iinvoiice atau kontrak, untuk penyerahan BKP yang diilakukan tanpa melaluii mekaniisme pengeluaran BKP; atau
  • iinvoiice atau kontrak, untuk penyerahan JKP dan/atau BKP Tiidak Berwujud.
  1. Pemberiitahuan Pabean Kawasan Ekonomii Khusus (PPKEK) yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang diilampiirii dengan SSP, SSPCP, dan/atau buktii pungutan pajak oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii yang mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP, yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan PPKEK tersebut, untuk iimpor BKP ke Kawasan Ekonomii Khusus (KEK).
  2. SSP atas pelunasan PPN terkaiit dengan penyerahan BKP dan/atau JKP oleh Pelaku Usaha dii KEK kepada pembelii dan/atau peneriima jasa yang berkedudukan dii Tempat Laiin Dalam Daerah Pabean yang pada saat iimpor, pemanfaatan, atau perolehannya tiidak diipungut PPN yang diilampiirii dengan:
  • pemberiitahuan pabean untuk pengeluaran BKP;
  • iinvoiice atau kontrak, untuk penyerahan BKP yang diilakukan tanpa melaluii mekaniisme pengeluaran BKP; atau
  • iinvoiice atau kontrak, untuk penyerahan JKP dan/atau BKP Tiidak Berwujud.
  1. SSP atas pelunasan PPN terkaiit dengan pengeluaran barang yang bukan merupakan penyerahan BKP oleh Pelaku Usaha dii KEK kepada pembelii dan/atau peneriima jasa yang berkedudukan dii Tempat Laiin Dalam Daerah Pabean yang pada saat iimpor, pemanfaatan, atau perolehannya tiidak diipungut PPN yang diilampiirii dengan Pemberiitahuan Pabean untuk pengeluaran BKP.
  2. Surat ketetapan pajak untuk menagiih Pajak Masukan atas perolehan BKP dan/atau JKP, iimpor BKP, serta pemanfaatan BKP Tiidak Berwujud dan/atau pemanfaatan JKP darii luar Daerah Pabean dii dalam Daerah Pabean yang diilampiirii dengan seluruh SSP atas pelunasan jumlah PPN yang masiih harus diibayar berupa:
  • buktii peneriimaan negara sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan mengenaii siistem peneriimaan negara secara elektroniik;
  • buktii pemiindahbukuan yang telah diitandatanganii oleh pejabat yang berwenang sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan mengenaii tata cara pembayaran dan penyetoran pajak; dan/atau
  • Surat Periintah Pencaiiran Dana (SP2D) atau buktii peneriimaan negara sebagaii buktii kompensasii atas Utang Pajak sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan mengenaii tata cara penghiitungan dan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak.

Adapun penambahan 9 dokumen yang belum ada dalam beleiid terdahulu adalah dokumen nomor 3, 16, 18, 19, 20, 22, 23, 24, dan 25. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.