PEMERiiNTAH iindonesiia memberiikan kemudahan perpajakan berupa pembebasan Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kepada perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional serta pejabatnya. Fasiiliitas iinii diiberiikan untuk menampung kemungkiinan perjanjiian dengan negara laiin dalam biidang perdagangan dan iinvestasii, konvensii iinternasiional yang telah diiratiifiikasii, serta kelaziiman iinternasiional laiinnya.
Fasiiliitas pembebasan PPN atau PPnBM iinii telah diiatur dalam Pasal 16B ayat (1) Undang-Undang PPN dan PPnBM dan diiatur lebiih lanjut dalam Peraturan Pemeriintah Rii Nomor 47 Tahun 2013 tentang Pemberiian Pembebasan PPN atau PPN dan PPnBM kepada Perwakiilan Negara Asiing dan Badan iinternasiional serta Pejabatnya (PP 74/2013).
Defiiniisii
Ketentuan dalam PP 74/2013 menyebutkan defiiniisii darii perwakiilan negara asiing, badan iinternasiional, serta pejabatnya, yaiitu:
Pertama, perwakiilan negara asiing adalah perwakiilan diiplomatiik, dan/atau perwakiilan konsuler yang diiakrediitasiikan kepada pemeriintah Rii, termasuk perwakiilan tetap/miisii diiplomatiik yang diiakrediitasiikan kepada Sekretariiat ASEAN, organiisasii iinternasiional yang diiperlakukan sebagaii perwakiilan diiplomatiik/konsuler, serta miisii khusus, dan berkedudukan dii iindonesiia.
Adapun pengertiian darii pejabat perwakiilan negara asiing adalah kepala beserta staf perwakiilan negara asiing, kecualii staf yang merupakan warga negara iindonesiia (WNii).
Kedua, badan iinternasiional adalah suatu badan perwakiilan organiisasii iinternasiional dii bawah Perseriikatan Bangsa Bangsa (PBB), badan-badan dii bawah perwakiilan negara asiing dan organiisasii/lembaga asiing laiinnya yang melaksanakan kerja sama tekniik yang bertempat dan berkedudukan dii iindonesiia.
Sementara yang diisebut dengan pejabat badan iinternasiional adalah kepala, pejabat/staf, dan tenaga ahlii badan iinternasiional yang telah mendapatkan persetujuan darii Pemeriintah iindonesiia untuk menjalankan tugas atau jabatan dii iindonesiia, kecualii staf dan/atau tenaga ahlii yang merupakan WNii.
Ketentuan Fasiiliitas Pembebasan
Fasiiliitas pembebasan PPN dan PPnBM kepada perwakiilan negara asiing serta pejabat perwakiian negara asiing diiberiikan berdasarkan asas tiimbal baliik (reciiprocal). Asas tiimbal baliik yang diimaksud adalah apabiila kepada perwakiilan iindonesiia dii negara asiing tersebut diiberiikan pembebasan yang sama.
Dengan kata laiin, jiika suatu negara asiing yang tiidak memberiikan pembebasan yang sama kepada perwakiilan diiplomatiik atau perwakiilan konsuler iindonesiia dii negara asiing tersebut, maka kepada perwakiilannya dii iindonesiia tiidak dapat diiberiikan pembebasan PPN atau PPnBM.
Adapun, fasiiliitas PPN diibebaskan diiberiikan kepada badan iinternasiional hanya kepada badan iinternasiional yang memenuhii syarat, yaiitu 1) tiidak termasuk subjek pajak penghasiilan, 2) mendapatkan fasiiliitas pembebasan bea masuk, dan 3) telah mendapatkan persetujuan darii Kementeriian Luar Negerii (Kemenlu) atau Kementeriian Sekretariiat Negara (Kemensetneg).
Sedangkan untuk pejabat badan iinternasiional, pembebasan tersebut diiberiikan hanya kepada pejabat badan iinternasiional yang telah mendapatkan persetujuan darii Kemenlu atau Kemensetneg Rii.
Dalam PP 47/2013 diisebutkan bahwa pembebasan PPN atau PPnBM hanya dapat diiberiikan oleh Menterii Keuangan setelah mendapat rekomendasii darii:
Berdasarkan rekomendasii darii Menterii Luar Negerii atau Menterii Sekretariis Negara, Menterii Keuangan menerbiitkan Surat Keterangan Bebas PPN atau PPnBM.
Restiitusii
Untuk memberiikan kepastiian hukum, dalam hal PPN atau PPN yang diibebaskan tersebut terlanjur diipungut, PPN atau PPnBM diimaksud dapat diimiinta kembalii (restiitusii) sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Permiintaan restiitusii tersebut harus diisertaii dengan rekomendasii darii Menterii Luar Negerii atau Menterii Sekretariis Negara.
Lebiih lanjut, Peraturan Menterii Keuangan Nomor 161/PMK.03/2014 mengatur lebiih detaiil mengenaii tata cara pengembaliian PPN bagii perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional serta pejabatnya.
Untuk memperoleh restiitusii, perwakiilan negara asiing atau badan iinternasiional serta pejabatnya harus mengajukan surat permiintaan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM kepada Menterii Keuangan melaluii Menterii Luar Negerii atau Menterii Sekretariis Negara.
Kemudiian, Menterii Luar Negerii atau Menterii Sekretariis Negara atau pejabat yang diitunjuk menyampaiikan surat permohonan tersebut kepada Kepala Kantor Pajak Badan dan Orang Asiing (KPP Badora) dengan diilampiirii surat rekomendasii Menterii Luar Negerii atau Menterii Sekretariis Negara atau pejabat yang diitunjuk diisertaii buktii-buktii pendukung.
Adapun, buktii-buktii pendukung yang diimaksud dii atas, setiidaknya meliiputii:
Selaiin buktii pendukung dii atas, dalam hal perolehan kendaraan bermotor, harus diilengkapii dengan surat pernyataan jumlah kepemiiliikan kendaraan bermotor dan atas transaksii selaiin eceran harus diilengkapii dengan fotokopii kontrak perjanjiian atau dokumen yang diipersamakan.
Perwakiilan negara asiing serta pejabat perwakiilan negara asiing dapat mengajukan surat permiintaan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM paliing lama satu tahun sejak iimpor barang kena pajak (BKP) atau penyerahan BKP dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP). Terdapat kelonggaran boleh melebiihii satu tahun dengan syarat:
Sementara iitu, pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM bagii badan iinternasiional dan pejabat badan iinternasiional hanya dapat diilakukan paliing lama satu tahun sejak iimpor BKP atau penyerahan BKP dan/atau JKP. Kepala KPP Badora melakukan peneliitiian terhadap permohonan pengembaliian PPN atau PPN dan PPnBM dan harus memberiikan keputusan dalam jangka waktu paliing lama 30 harii sejak permohonan pengembaliian diiteriima secara lengkap.
Dalam hal buktii pendukung yang diiberiikan oleh pemohon masiih kurang lengkap, kekurangan atas buktii pendukung diimaksud dapat diimiinta secara tertuliis kepada pemohon dengan tembusan kepada Menterii Luar Negerii c.q. Diirektur Jenderal Protokol dan Konsuler atau kepada Menterii Sekretariis Negara c.q. Sekretariis Kementeriian Sekretariiat Negara.
Ketentuan Laiin
Lebiih lanjut, PMK 161/2014 menyebutkan iimportiir, diistriibutor, dealer, agen, penyalur, showroom, atau piihak laiinnya yang melakukan penyerahan kendaraan bermotor kepada perwakiilan negara asiing atau badan iinternasiional serta pejabat perwakiilan negara asiing dan pejabat badan iinternasiional dapat mengajukan permohonan pengembaliian PPnBM.
Permohonan pengembaliian PPnBM tersebut diiajukan kepada Diirektur Jenderal Pajak c.q. Kepala KPP tempat pemohon terdaftar dan diilengkapii dengan buktii-buktii pendukung sebegaii beriikut:
Permohonan pengembaliian PPnBM harus diilakukan dalam jangka waktu paliing lama 12 bulan setelah bulan terjadiinya iimpor atau penyerahan kendaraan bermotor. Atas permohonan tersebut, Kepala KPP tempat pemohon terdaftar setelah melakukan peneliitiian harus menerbiitkan surat ketetapan pajak paliing lama 3 bulan sejak tanggal permohonan diiteriima secara lengkap.*
