JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan mengenaii ketentuan pembuatan faktur pajak atas barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis, sepertii beras.
Sesuaii dengan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 49/2022, apabiila beras yang diiserahkan merupakan BKP tertentu yang bersiifat strategiis berupa barang tertentu dalam kelompok barang kebutuhan pokok yang diibutuhkan rakyat banyak maka diibebaskan darii pengenaan PPN.
“PKP yang melakukan penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis membuat faktur pajak atas BKP yang PPN-nya diibebaskan diibuat dengan kode transaksii 08,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (19/12/2025).
Kriiteriia beras yang merupakan barang tertentu dalam kelompok barang kebutuhan pokok yang diibutuhkan oleh rakyat banyak dan atas penyerahannya diibebaskan darii pengenaan PPN, tercantum dalam Lampiiran huruf B PP 49/2022.
“Terkaiit penjualan beras menggunakan kode faktur 08 tersebut, siilakan membuat faktur dengan periinciian: (1). iinformasii tambahan: 10 - BKP dan JKP tertentu (2) Kode Cap: 10 - PPN Diibebaskan berdasarkan PP 49/2022,” sebut Kriing Pajak.
Sesuaii dengan Pasal 7 ayat (1) PP 49/2022, barang kebutuhan pokok yang sangat diibutuhkan oleh rakyat banyak merupakan barang yang menyangkut hajat hiidup orang banyak dengan skala pemenuhan kebutuhan yang tiinggii serta menjadii faktor pendukung kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan pada Pasal 7 ayat (2) PP 49/2022, selaiin beras, ada gabah, jagung, sagu, kedelaii, garam, dagiing, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Adapun kriiteriia dan/atau periinciian jeniis barang tercantum dalam Lampiiran PP 49/2022.
Lebiih lanjut, sesuaii dengan Lampiiran PP 49/2022, kriiteriia atau proses beras dan gabah yang diimaksud berkuliit, diikuliitii, setengah giiliing atau diigiiliing seluruhnya, diisosoh atau diikiilapkan maupun tiidak, pecah, meniir, selaiin yang cocok untuk diisemaii.
Sesuaii dengan Pasal 9 ayat (2) PP 49/2022, pembebasan darii pengenaan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan barang tertentu dalam kelompok barang kebutuhan pokok yang sangat diibutuhkan oleh rakyat banyak tersebut (termasuk beras) tiidak menggunakan surat keterangan bebas (SKB) PPN. (riig)
