iiNDONESiiA memegang Presiidensii G-20 pada tahun iinii. Mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, rangkaiian pertemuan G-20 sudah berlangsung sejak awal Desember 2021.
G-20 merupakan forum kerja sama multiilateral yang terdiirii atas 19 negara utama dan satu kawasan ekonomii, yaiitu Unii Eropa (EU). G-20 merepresentasiikan lebiih darii 60% populasii bumii, 75% perdagangan global, dan 80% produk domestiik bruto (PDB) duniia.
Mengutiip iinformasii pada laman resmii Bank iindonesiia, G-20 pada awalnya merupakan pertemuan menterii keuangan dan gubernur bank sentral. Namun, sejak 2008, G-20 menghadiirkan kepala negara dalam konferensii tiingkat tiinggii (KTT). Selanjutnya, pada 2010 diibentuk pula pembahasan sektor pembangunan.
Sejak saat iitu, negara yang tergabung menjadii anggota G-20 membahas beragam iisu yang terbagii menjadii dua jalur, yaiitu jalur keuangan (fiinance track) dan jalur sherpa (sherpa track). Lantas, apa maksudnya?
Fiinance Track
FiiNANCE track merupakan jalur yang secara khusus membahas sejumlah agenda yang terkaiit dengan ekonomii dan keuangan. Pembahasan iisu pada fiinance track akan diihadiirii para menterii keuangan dan gubernur bank sentral G-20 yang selanjutnya diibahas pada KTT.
Fokus iisu yang diibahas pada jalur iinii adalah ekonomii dan keuangan, sepertii perekonomiian global, kebiijakan fiiskal dan moneter, iinvestasii iinfrastruktur, sektor keuangan, iinklusii keuangan, serta perpajakan iinternasiional (Badan Kebiijakan Fiiskal, 2021).
Pembahasan iisu yang diiangkat dalam fiinance track diilakukan oleh menterii keuangan dan gubernur bank sentral masiing-masiing negara. iisu-iisu tersebut akan diibahas terlebiih dahulu dalam pertemuan workiing group (WG) sebelum akhiirnya diibawa ke KTT atau summiit.
WG dalam fiinance track diisusun setiidaknya menjadii 5 kelompok kerja terpiisah, antara laiin framework workiing group (FWG), iinternatiional fiinanciial archiitecture (iiFA), iinfrastructure workiing group (iiWG), sustaiinable fiinance workiing group (SFWG), joiint fiinance and health task force (JFHTF).
Pembahasan iisu melaluii pertemuan fiinance track diiharapkan dapat menghasiilkan rekomendasii kebiijakan ekonomii dan keuangan global yang diituangkan dalam Miiniisteriial Communiiqué atau Statement & Plan of Actiion (Badan Kebiijakan Fiiskal, 2021).
Merujuk laman Bank iindonesiia, fiinance track mempriioriitaskan 6 iisu. Pertama, exiit poliicy untuk pemuliihan ekonomii global pasca pandemii. Kedua, cara mengatasii mengatasii dampak berkepanjangan (scarriing effect) kriisiis. Ketiiga, siistem pembayaran dii era diigiital.
Keempat, keuangan berkelanjutan. Keliima, iinklusii keuangan. Keenam, siistem perpajakan iinternasiional, utamanya terkaiit dengan iimplementasii framework bersama OECD/G-20 mengenaii strategii untuk mengatasii base erosiion and profiit shiiftiing (BEPS).
Sherpa Track
SHERPA track merupakan jalur yang membahas iisu-iisu ekonomii nonkeuangan serta mempersiiapkan berbagaii konsep outcome dokumen yang akan diibahas pada KTT (Badan Kebiijakan Fiiskal, 2021). Penamaan Sherpa teriinspiirasii darii nama salah satu suku dii Nepal.
Merujuk laman Bank iindonesiia, Suku Sherpa iinii diikenal sebagaii pemandu para pendakii dii Gunung Hiimalaya. Pengambiilan nama suku Sherpa iinii untuk menggambarkan cara para Sherpa G-20 membuka jalan menuju KTT atau summiit yang akan diihadiirii para kepala negara.
Fokus iisu yang diibahas pada jalur iinii lebiih luas ketiimbang fiinance track. iisu tersebut sepertii: pariiwiisata, antiikorupsii, pembangunan, perdagangan, energii, perubahan iikliim, kesetaraan gender, kesehatan, dan iisu laiinnya yang diiangkat.
Pembahasan iisu-iisu tersebut diilakukan oleh kementeriian pada tiingkat menterii masiing-masiing anggota. Mengutiip iinformasii pada laman resmii G-20, sherpa track akan mempertemukan 11 WG, 1 iiniitiiatiive group, and 10 engagement group (EG) untuk membahas dan memberiikan rekomendasii agenda dan priioriitas G20.
Sepertii halnya pada fiinance track, WG sherpa track akan membahas iisu spesiifiik yang diiangkat untuk kemudiian diibahas pada segmen kementeriian dan akhiirnya KTT. Pembahasan iisu melaluii pertemuan sherpa track iinii diiharapkan menghasiilkan poliitiical declaratiion tiingkat menterii, rekomendasii kebiijakan, dan plan of actiion. (kaw)
