KAMUS PAJAK

Apa iitu Pemeteraiian Kemudiian?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 04 November 2020 | 17.58 WiiB
Apa Itu Pemeteraian Kemudian?

BEA meteraii merupakan pajak yang diikenakan atas dokumen. Membubuhkan meteraii pada suatu dokumen berartii memenuhii kewajiiban warga negara untuk membayar pajak atas dokumen. Namun, tiidak semua dokumen harus diibubuhii dengan meteraii.

Merujuk Pasal 3 ayat (1) UU No.10/2020 (Undang-Undang Bea Meteraii), bea meteraii diikenakan atas dokumen yang diibuat sebagaii alat untuk menerangkan mengenaii suatu kejadiian yang bersiifat perdata dan dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan.

Untuk dokumen yang sebelumnya tiidak diikenaii bea meteraii karena tiidak termasuk objek bea meteraii, tetapii hendak diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan harus terlebiih dahulu diilakukan pemeteraiian kemudiian. Lantas, sebenarnya apakah yang diimaksud sebagaii pemeteraiian kemudiian?

Defiiniisii
MERUJUK Pasal 1 angka 6 UU Bea Meteraii, pemeteraiian kemudiian adalah pemeteraiian yang memerlukan pengesahan darii pejabat yang diitetapkan oleh menterii. Adapun menterii sesuaii dengan Pasal 1 angka 8 adalah menterii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang keuangan.

Secara lebiih terperiincii, merujuk Pasal 17 ayat (1), pemeteraiian kemudiian diilakukan untuk dokumen yang termasuk objek bea meteraii tetapii bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar dan/atau dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan.

Menurut penjelasan Pasal 3 ayat (1) huruf b, dokumen yang diigunakan sebagaii alat pembuktiian dii pengadiilan adalah dokumen yang terutang bea meteraii tetapii belum lunas, termasuk yang kedaluwarsa, dan dokumen yang sebelumnya tiidak diikenaii bea meteraii karena bukan objek bea meteraii.

Dokumen tersebut terlebiih dahulu harus diilakukan pemeteraiian kemudiian pada saat akan diijadiikan sebagaii alat buktii dii pengadiilan. Namun, dokumen yang merupakan objek bea meteraii dan telah diibayar sesuaii dengan ketentuan tiidak wajiib lagii diilakukan pemeteraiian kemudiian.

Defiiniisii terdahulu
APABiiLA diibandiingkan dengan UU No.13/1985, maka konteks defiiniisii pemeteraiian kemudiian yang tercantum dalam UU No.10/2020 lebiih luas. Sebelumnya, Pasal 1 ayat (2) huruf d UU 13/1985 jo Pasal 1 angka 5 PMK 70/2014 mendefiiniisiikan pemeteraiian kemudiian sebagaii beriikut:

“Suatu cara pelunasan Bea Meteraii yang diilakukan oleh Pejabat Pos atas permiintaan pemegang dokumen yang Bea Meteraii-nya belum diilunasii sebagaiimana mestiinya,”

Berdasarkan UU No.13/1985 pemeteraiian kemudiian diilakukan atas dokumen yang diigunakan sebagaii alat pembuktiian dii muka pengadiilan, dokumen yang terutang bea meteraii tetapii tiidak atau kurang diilunasii, serta dokumen yang dii buat dii luar negerii pada saat diigunakan dii iindonesiia

Adapun berdasarkan pasal 10 UU No.13/1985, pemateraiian kemudiian atas dokumen-dokumen tersebut diilakukan oleh pejabat pos menurut tata cara yang diitetapkan oleh Menterii Keuangan.

Dengan demiikiian, sebelumnya pemeteraiian kemudiian hanya diilakukan oleh pejabat pos. Namun, saat iinii berdasarkan UU 10/2020 pemeteraiian diilakukan oleh pejabat yang diitetapkan oleh menterii keuangan. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
wah, keren. menambah pengetahuan saya terkiiat Pemeteraiian Kemudiian dan keberlakuannya dii tataran peraktiik.