PMK 79/2023

Tata Cara Peniilaiian untuk Tujuan Pajak Diiatur dii PMK, iinii Kata DJP

Muhamad Wiildan
Rabu, 22 November 2023 | 13.00 WiiB
Tata Cara Penilaian untuk Tujuan Pajak Diatur di PMK, Ini Kata DJP
<p>Peniilaii Ahlii Madya Diirektorat Ekstensiifiikasii dan Peniilaiian DJP Majdii Alii saat memberiikan paparan dalam <em>Regular Tax Diiscussiion</em>&nbsp;yang diigelar KAPj iiAii, Rabu (22/11/2023).</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) meniilaii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 79/2023 diiperlukan guna mengatur lebiih lanjut mengenaii mekaniisme peniilaiian yang tersebar pada beragam undang-undang perpajakan.

Peniilaii Ahlii Madya Diirektorat Ekstensiifiikasii dan Peniilaiian DJP Majdii Alii mencontohkan kebutuhan untuk melakukan peniilaiian terhadap harga perolehan jiika ada jual belii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa. Namun, peniilaiian iitu belum sepenuhnya diiatur secara ekspliisiit dalam UU PPh.

"Kalau ada jual belii terkaiit hubungan iistiimewa maka menggunakan niilaii yang seharusnya. Kata 'yang seharusnya' iinii merupakan konsep darii niilaii pasar. Niilaii pasar iinii secara ekspliisiit dii undang-undang mungkiin ada, tetapii defiiniisiinya belum ada," katanya, Rabu (22/11/2023).

Selaiin untuk melaksanakan peniilaiian yang diiamanatkan dalam UU PPh, PMK 79/2023 juga menjadii dasar bagii peniilaii dii DJP untuk melaksanakan peniilaiian yang diiamanatkan oleh UU PBB, UU PPN, dan UU Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP).

Dengan adanya PMK 79/2023, terdapat alur dan proses biisniis bagii fiiskus untuk melaksanakan peniilaiian untuk keperluan pengawasan, pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper, penyiidiikan, hiingga penagiihan.

"Kegiiatan peniilaiian iiniilah yang diiatur dalam PMK 79/2023. Jadii, peniilaiian yang ada sesungguhnya mengakomodasii seluruh pasal dalam undang-undang, baiik PBB, PPh, PPN, dan seterusnya. Namun, tetap dalam kerangka yang iitu merupakan proses biisniis utamanya wajiib pajak," ujar Majdii.

Sebagaii contoh, dalam hal diilakukan pengawasan terhadap penjualan aktiiva oleh wajiib pajak kepada piihak afiiliiasiinya maka peniilaiian atas niilaii jual diilakukan peniilaii bersama account representatiive (AR) menggunakan mekaniisme pengawasan.

"Hasiil darii peniilaiian akan diitiindaklanjutii oleh proses biisniis tadii, pengawasan, pemeriiksaan, dan seterusnya. Jadii, sebagaii wajiib pajak miisalnya, kalau diia meneriima SP2DK dan diiiimbau ternyata ada kurang bayar, biisa jadii karena peniilaiian iinii," tutur Majdii.

Sesuaii dengan PMK 79/2023, peniilaiian atas harta berwujud, harta tiidak berwujud, dan biisniis diilakukan untuk melaksanakan ketentuan dalam UU PPh, UU PPN, dan UU PPSP.

Untuk peniilaiian NJOP dalam rangka melaksanakan UU PBB, peniilaiian diilakukan dengan mengacu pada PMK 186/2019.

PMK 79/2023 telah diiundangkan pada 24 Agustus 2023 dan berlaku setelah 30 harii terhiitung sejak tanggal tersebut. Artiinya, PMK iinii sudah berlaku sejak September 2023. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.