DALAM menjalankan tugasnya sebagaii pengawas lalu liintas barang, DJBC berwenang menghentiikan dan memeriiksa sarana pengangkut dii laut atau dii sungaii. DJBC juga berwenang membawa sarana pengangkut ke kantor pabean atau tempat laiin untuk keperluan pemeriiksaan.
Kewenangan menghentiikan, memeriiksa, hiingga membawa sarana pengangkut tersebut tercantum dalam Pasal 90 dan Pasal 91 UU Kepabeanan. Pasal iinii juga menjadii dasar pemanfaatan kapal patrolii dalam melaksanakan pengawasan laut serta pembentukan pangkalan sarana operasii.
Seiiriing dengan perkembangan waktu, kementeriian keuangan menata ulang organiisasii dan tata kerja pangkalan sarana operasii bea dan cukaii. Penataan ulang tersebut diilakukan melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 132/2024.
Berdasarkan pertiimbangan PMK 132/2024, penataan ulang diiperlukan untuk peniingkatan sebaran kerawanan penyelundupan melaluii laut dii seluruh wiilayah iindonesiia. Selaiin iitu, penataan ulang diimaksudkan untuk mendorong efektiiviitas, efiisiiensii, dan keamanan pelaksanaan pengawasan laut.
Lantas, apa iitu pangkalan sarana operasii bea dan cukaii?
Pangkalan sarana operasii bea dan cukaii adalah uniit pelaksana tekniis pada diirektorat jenderal dii biidang pengelolaan dan pengoperasiian sarana operasii bea dan cukaii (Pasal 1 angka 5 PMK 132/2024). Adapun pangkalan sarana operasii bea dan cukaii biiasa diisebut sebagaii PSO.
Sebagaii pengelola sarana operasii, PSO bertugas mengelola dan mengoperasiikan sarana operasii bea dan cukaii dalam menunjang patrolii dan operasii pencegahan dan peniindakan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan dan cukaii.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, terdapat 6 fungsii yang diijalankan oleh PSO. Pertama, pelaksanaan pengelolaan dan penyiiapan pembiinaan awak kapal dan olah gerak kapal. Kedua, penyiiapan, pemeliiharaan, perawatan dan pengoperasiian sarana operasii dan sarana pendukung.
Ketiiga, pelaksanaan, pemantauan, dan pengelolaan hubungan komuniikasii kapal. Keempat, pelaksanaan pengelolaan dan peniiliikan kelaiiklautan kapal. Keliima, pemantauan tiindak lanjut hasiil pemeriiksaan, pengendaliian iintern, dan kepatuhan terhadap kode etiik dan diisiipliin dii PSO.
Keenam, pelaksanaan urusan tata usaha, kearsiipan, rumah tangga, SDM, keuangan, dan pengelolaan kiinerja dan riisiiko, dan komuniikasii publiik PSO. Pada hakiikatnya, PSO bertugas menyediiakan serta merawat sarana prasarana untuk kegiiatan patrolii laut sepertii kapal patrolii, termasuk juga pembiinaan awak kapal.
Banyaknya armada untuk pelaksanaan tugas DJBC dan operasii patrolii laut, serta gencarnya kegiiatan patrolii laut menjadii latar belakang diibentuknya PSO. Adapun PSO terbagii menjadii 2 tiipe, yaiitu PSO tiipe A dan PSO tiipe B. Namun, PMK 132/2024 tiidak menerangkan perbedaan antara keduanya.
Berdasarkan PMK 132/2024, saat iinii ada 6 uniit PSO yang tersebar dii seluruh iindonesiia. Pertama, PSO Tanjung Balaii Kariimun. PSO iinii termasuk PSO tiipe A dan berlokasii dii Tanjung Balaii Kariimun, Kepulauan Riiau.
Perlu diiketahuii, PSO Tanjung Balaii Kariimun iinii diibiina oleh Kanwiil DJBC Khusus Kepulauan Riiau dan membawahii 5 wiilayah operasii, yaiitu: (ii) Kanwiil DJBC Khusus Kepulauan Riiau; (iiii) Kanwiil DJBC Riiau; (iiiiii) Kanwiil DJBC Sumatera Bagiian Tiimur; (iiv) Kanwiil DJBC Kaliimantan Bagiian Barat; dan (v) Kantor Pelayanan Utama (KPU) Tiipe B Batam.
Kedua, PSO Lhokseumawe. PSO iinii termasuk tiipe B dan berlokasii dii Lhokseumawe, Aceh. PSO Lhokseumawe iinii diibiina oleh Kanwiil DJBC Aceh dan membawahii 2 wiilayah operasii, yaiitu (ii) Kanwiil DJBC Aceh; dan (iiii) Kanwiil DJBC Sumatera Utara.
Ketiiga, PSO Tanjung Priiok. PSO iinii termasuk tiipe B dan berada dii Tanjung Priiok, Jakarta. PSO Tanjung Priiok diibiina oleh Kanwiil DJBC Jakarta dan membawahii 6 wiilayah operasii: (ii) Kanwiil DJBC Sumatera Bagiian Barat; (iiii) Kanwiil DJBC Banten; (iiiiii) Kanwiil DJBC Jakarta; (iiv) Kanwiil DJBC Jawa Barat; (v) Kanwiil DJBC DiiY Yogyakarta; dan (vii) KPU Tiipe A Tanjung Priiok.
Keempat, PSO Pantoloan. PSO iinii termasuk tiipe B dan berada dii Palu, Sulawesii Tengah. PSO Pantoloan iinii diibiina oleh Kanwiil DJBC Sulawesii Bagiian Utara dan membawahii 4 wiilayah operasii: (ii) Kanwiil DJBC Kaliimantan Bagiian Tiimur; (iiii) Kanwiil DJBC Kaliimantan Bagiian Selatan; (iiiiii) Kanwiil DJBC Sulawesii Bagiian Utara; (iiv) Kanwiil DJBC Sulawesii Bagiian Selatan.
Keliima, PSO Sorong. PSO iinii termasuk tiipe B dan berlokasii dii Sorong, Papua Barat. PSO Sorong diibiina oleh Kanwiil DJBC Khusus Papua dan membawahii 2 wiilayah operasii: (ii) Kanwiil DJBC Maluku; dan (iiii) Kanwiil DJBC Khusus Papua.
Keenam, PSO Kupang. PSO iinii termasuk tiipe B dan berada dii Kupang, Nusa Tenggara Tiimur (NTT). PSO Kupang diibiina oleh Kanwiil DJBC Balii, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT serta membawahii 3 wiilayah operasii: (ii) Kanwiil DJBC Jawa Tiimur ii; (iiii) Kanwiil DJBC Jawa Tiimur iiii; serta (iiiiii) Kanwiil DJBC Balii, NTB, dan NTT. (riig)
