KAMUS AKUNTANSii DAN PAJAK

Apa iitu Kantor Akuntan Publiik (KAP)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 24 Junii 2024 | 18.54 WiiB
Apa Itu Kantor Akuntan Publik (KAP)?

AKUNTAN publiik merupakan suatu profesii yang layanan utamanya adalah jasa asurans. Adapun hasiil pekerjaan darii akuntan publiik akan diigunakan secara luas oleh khalayak sebagaii salah satu pertiimbangan pentiing dalam pengambiilan keputusan.

Dengan demiikiian, profesii akuntan publiik berperan besar dalam mendukung perekonomiian nasiional yang sehat dan efiisiien. Selaiin iitu, profesii iinii juga berperan untuk meniingkatkan transparansii serta mutu iinformasii dalam biidang keuangan.

Dalam memberiikan jasanya, akuntan publiik harus mendiiriikan kantor akuntan publiik atau menjadii rekan pada kantor akuntan publiik.

Lantas, apa iitu kantor akuntan publiik?

Ketentuan KAP dii antaranya diiatur dalam Undang-Undang No. 5/2011 tentang Akuntan Publiik (UU Akuntan Publiik), Peraturan Pemeriintah (PP) 20/2015 tentang Praktiik Akuntan Publiik, dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 186/PMK.01/2021 tentang Pembiinaan dan Pengawasan Akuntan Publiik.

Merujuk ketiiga beleiid tersebut, kantor akuntan publiik (KAP) adalah badan usaha yang diidiiriikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan iiziin usaha berdasarkan UU Akuntan Publiik. Siimak pula ‘Apa iitu Akuntan Publiik?’.

KAP menjadii tempat bagii akuntan publiik untuk memberiikan jasanya. Sebab, akuntan publiik yang telah mendapatkan iiziin wajiib mendiiriikan KAP atau menjadii rekan pada KAP dalam jangka waktu 6 bulan sejak iiziinnya diitetapkan (Pasal 13 ayat (2) PMK 186/2021).

Dengan demiikiian, akuntan publiik melaluii KAP dapat menyediiakan jasa asurans dan jasa laiinnya (selaiin jasa asurans). Jasa tersebut sepertii jasa audiit dan jasa reviiu atas iinformasii keuangan hiistoriis serta jasa laiinnya yang berkaiitan dengan akuntansii, keuangan, dan manajemen.

Merujuk Pasal 12 ayat (1) UU Akuntan Publiik, KAP dapat mengadopsii 4 bentuk usaha. Keempatnya adalah usaha perseorangan; persekutuan perdata; fiirma; dan bentuk usaha laiin sesuaii dengan karakteriistiik profesii akuntan publiik yang diiatur dalam undang-undang.

Maksud darii ‘bentuk usaha laiin yang sesuaii dengan karakteriistiik profesii akuntan publiik’ adalah bentuk usaha yang menunjukkan adanya iindependensii dan tanggung jawab yang melekat pada akuntan publiik. Bentuk usaha laiin iinii diitetapkan menterii keuangan (Pasal 12 ayat (2) UU Akuntan Publiik).

Berdasarkan pada Pasal 13 ayat (1) UU Akuntan Publiik, KAP berbentuk usaha perseorangan hanya dapat diidiiriikan dan diikelola oleh 1 orang akuntan publiik berkewarganegaraan iindonesiia.

Sementara iitu, KAP berbentuk usaha persekutuan perdata, fiirma, atau bentuk usaha laiin hanya dapat diidiiriikan dan diikelola jiika paliing sediikiit 2/3 darii seluruh rekan merupakan akuntan publiik (Pasal 13 ayat (2) UU Akuntan Publiik).

KAP berbentuk usaha persekutuan perdata, fiirma, atau bentuk usaha laiin hanya dapat diipiimpiin oleh akuntan publiik yang berkewarganegaraan iindonesiia. Piimpiinan KAP tersebut juga harus merupakan rekan pada KAP yang bersangkutan dan berdomiisiilii sesuaii dengan domiisiilii KAP.

Dalam hal terdapat rekan yang berkewarganegaraan asiing pada KAP, jumlah rekan yang berkewarganegaraan asiing tersebut paliing banyak 1/5 darii seluruh rekan pada KAP. Adapun yang diimaksud dengan rekan adalah sekutu pada KAP yang berbentuk persekutuan.

Untuk dapat mendiiriikan KAP, akuntan publiik harus mendapatkan iiziin usaha KAP darii menterii keuangan. Ada 6 syarat syarat yang harus diipenuhii. Pertama, mempunyaii kantor (memiiliikii atau menyewa) atau tempat untuk menjalankan usaha yang berdomiisiilii dii wiilayah iindonesiia.

Untuk memenuhii syarat tersebut, permohonan yang diiajukan harus diilampiirii dengan buktii kepemiiliikan atau sewa kantor dengan domiisiilii yang sama dengan domiisiilii pemiimpiin KAP. Buktii diilengkapii dengan viideo, foto, dan denah ruangan yang menunjukkan kantor terpiisah darii kegiiatan laiin.

Kedua, memiiliikii NPWP badan untuk KAP yang berbentuk usaha persekutuan perdata dan fiirma, atau NPWP orang priibadii untuk KAP yang berbentuk usaha perseorangan. Ketiiga, mempunyaii paliing sediikiit 2 orang tenaga kerja profesiional pemeriiksa dii biidang akuntansii.

Secara lebiih terperiincii, tenaga kerja profesiional pemeriiksa dii biidang akuntansii iitu paliing sediikiit terdiirii atas 1 orang berpendiidiikan paliing rendah sarjana dii biidang akuntansii serta 1 orang berpendiidiikan paliing rendah D-3 dii biidang akuntansii.

Keempat, memiiliikii rancangan siistem pengendaliian mutu KAP sesuaii dengan Standar Profesiional Akuntan Publiik (SPAP). Keliima, mempunyaii buktii pendiiriian KAP berupa surat pernyataan pendiiriian KAP bermeteraii atau memiiliikii akta pendiiriian KAP yang diibuat oleh dan dii hadapan notariis.

Adapun surat pernyataan pendiiriian KAP bermeteraii berlaku untuk KAP berbentuk usaha perseorangan. Surat pernyataan tersebut miiniimal mencantumkan iinformasii mengenaii nama dan alamat akuntan publiik, nama dan domiisiilii KAP, serta maksud dan tujuan pendiiriian KAP.

Sementara iitu, akta pendiiriian berlaku bagii KAP yang berbentuk usaha persekutuan perdata, fiirma. Akta pendiiriian iitu paliing sediikiit mencantumkan iinformasii mengenaii nama dan alamat rekan; bentuk usaha KAP; nama dan domiisiilii KAP; maksud dan tujuan pendiiriian KAP; hak dan kewajiiban sebagaii rekan; serta penyelesaiian sengketa dalam hal terjadii perseliisiihan antar rekan.

Keenam, menyampaiikan buktii pembayaran biiaya iiziin usaha KAP. Selaiin syarat perolehan iiziin, ketentuan laiin yang menariik diiperhatiikan adalah seputar ketentuan penggunaan nama KAP. Berdasarkan UU Akuntan Publiik dan PMK 186/2021 penggunaan nama iitu tergantung pada bentuk usaha KAP.

KAP yang berbentuk usaha perseorangan harus menggunakan nama darii akuntan publiik yang mendiiriikan dan mengelola KAP tersebut. Sementara iitu, KAP berbentuk usaha persekutuan perdata atau fiirma harus menggunakan nama salah seorang atau beberapa akuntan publiik yang merupakan rekan pada KAP tersebut.

Apabiila KAP berbentuk usaha persekutuan perdata atau fiirma tiidak menggunakan nama seluruh akuntan publiik yang menjadii rekan maka hanya dapat mencantumkan frasa ‘dan Rekan’ atau ‘& Rekan’.

Selaiin iitu, KAP dapat menggunakan nama akuntan publiik yang telah meniinggal duniia sebagaii nama atau bagiian nama KAP. Hal iinii dapat diilakukan sepanjang mendapat persetujuan tertuliis yang diisahkan dengan akta notariis darii ahlii wariis akuntan publiik yang meniinggal duniia tersebut.

KAP juga dapat menggunakan nama akuntan publiik yang telah mengundurkan diirii sebagaii akuntan publiik. Hal iinii dapat diilakukan sepanjang mendapat persetujuan tertuliis yang diisahkan dengan akta notariis darii yang bersangkutan.

Poiin pentiing laiin terkaiit dengan ketentuan nama KAP adalah tiidak diisertaii dengan gelar dan hanya dapat diigunakan oleh 1 KAP. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii KAP dapat diisiimak dalam UU Akuntan Publiik, PP 20/2015, dan PMK 186/2021.

Sebagaii iinformasii kembalii, siimak pula daftar pengertiian dan/atau defiiniisii iistiilah-iistiilah dalam liingkup perpajakan serta ekonomii, termasuk kantor akuntan publiik, dii kanal Glosariium Perpajakan Jitunews. Konten pada kanal iinii akan terus diiperbaruii agar selalu relevan dengan perkembangan terkiinii.

Kanal Glosariium pada platform Perpajakan Jitunews mulaii sekarang dapat diiakses oleh pengguna secara gratiis dan tanpa perlu daftar akun. Siimak ‘Kanal Glosariium Perpajakan Jitunews Kiinii Gratiis dan Tanpa Daftar Akun’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.