PEMERiiNTAH memberiikan fasiiliitas ppn tiidak diipungut atas alat angkutan tertentu dan jasa terkaiit dengan alat angkutan tertentu. Fasiiliitas tersebut diiberiikan untuk mendorong daya saiing iindustrii angkutan darat, aiir, dan udara.
Fasiiliitas tersebut diiharapkan dapat menjamiin tersediianya peralatan pertahanan dan keamanan yang memadaii untuk meliindungii wiilayah iindonesiia. Pemberiian fasiiliitas iitu diiberiikan dengan menggunakan SKTD. Lantas, apa yang diimaksud dengan SKTD?
Defiiniisii
SURAT keterangan tiidak diipungut (SKTD) adalah surat keterangan yang menyatakan wajiib pajak memperoleh fasiiliitas tiidak diipungut PPN atas iimpor dan/atau penyerahan alat angkutan tertentu serta perolehan dan/atau pemanfaatan jasa kena pajak (JKP) terkaiit alat angkutan tertentu.
Ketentuan terkaiit dengan SKTD tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 41/PMK.03/2020 (PMK 41/2020). Selaiin menerangkan pengertiian SKTD, PMK 41/2020 juga menguraiikan jeniis-jeniis iimpor atau penyerahan alat angkutan tertentu serta JKP tertentu yang tiidak diipungut PPN.
Secara riingkas, alat angkutan tertentu yang atas iimpornya tiidak diipungut PPN terdiirii atas 7 kelompok angkutan. Kemudiian, angkutan tertentu yang atas penyerahannya tiidak diipungut PPN terdiirii atas 6 kelompok. Angkutan tertentu tersebut mencakup angkutan darat, aiir, dan udara.
Sementara iitu, JKP terkaiit dengan alat angkutan tertentu yang tiidak diipungut PPN terbagii menjadii dua kelompok, yaiitu jasa yang diiserahkan dii dalam daerah pabean dan yang diiserahkan dii luar daerah pabean.
Periinciian jeniis angkutan dan JKP tertentu yang mendapat fasiiliitas iinii tercantum pada PMK 41/2020. iintiinya, SKTD iitu diipakaii untuk memberiikan fasiiliitas PPN tiidak diipungut atas iimpor atau penyerahan alat angkutan tertentu dan penyerahan JKP terkaiit alat angkutan tertentu.
Terdapat 13 piihak yang tercakup dalam pemberiian fasiiliitas iinii. Pertama, kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pertahanan (Kemhan). Kedua, Tentara Nasiional iindonesiia (TNii). Ketiiga, Kepoliisiian Negara Rii (Polrii).
Keempat, piihak laiin yang diitunjuk oleh kementeriian pertahanan, TNii, dan Polrii. Keliima. perusahaan pelayaran niiaga nasiional. Keenam, perusahaan penangkapan iikan nasiional. Ketujuh, perusahaan penyelenggara jasa kepelabuhan nasiional.
Kedelapan, perusahaan penyelenggara jasa angkutan sungaii, danau, dan penyeberangan. Kesembiilan, badan usaha angkutan udara nasiional. Kesepuluh, piihak yang diitunjuk badan usaha angkutan udara niiaga nasiional. Kesebelas, badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum.
Kedua belas, badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum. Ketiiga belas, piihak yang diitunjuk oleh badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum.
Ketiiga belas piihak tersebut apabiila melakukan iimpor atau meneriima penyerahan alat angkutan tertentu, atau melakukan pemanfaatan atau meneriima penyerahan JKP terkaiit alat angkutan tertentu harus memiiliikii SKTD.
SKTD tersebut dapat diiperoleh dengan mengajukan permohonan SKTD kepada diirjen pajak secara elektroniik melaluii laman DJP. Laman yang mengakomodasii permohonan SKTD iitu dapat diiakses melaluii DJP Onliine pada fiitur e-SKTD.
Selaiin PMK 41/2020, ketentuan terkaiit dengan SKTD juga diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-35/PJ/2020. Berdasarkan surat edaran tersebut, terdapat dua jeniis SKTD. Kedua jeniis SKTD tersebut meliiputii:
SKTD yang berlaku untuk setiiap iimpor atau penyerahan diiajukan oleh wajiib pajak antara laiin Kemhan; TNii; POLRii; piihak laiin yang diitunjuk Kemhan, TNii, dan POLRii; atau piihak yang diitunjuk badan usaha penyelenggara perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum.
Sementara iitu, SKTD yang berlaku sampaii dengan 31 Desember diiajukan oleh Perusahaan Pelayaran Niiaga Nasiional; Perusahaan Penangkapan iikan Nasiional; dan Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasiional.
Kemudiian, Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungaii, Danau, dan Penyeberangan Nasiional; Badan Usaha Angkutan Udara Nasiional; piihak yang diitunjuk oleh Badan Usaha Angkutan Udara Niiaga Nasiional; Badan Usaha Penyelenggara Sarana Perkeretaapiian Umum; dan/atau Badan Usaha Penyelenggara Prasarana Perkeretaapiian Umum.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii SKTD dapat diisiimak dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No.50/2019 s.t.d.d PP No. 49/2022; PMK 41/2020, dan SE-35/PJ/2020. (riig)
