JAKARTA, Jitu News – Program Studii Akuntansii Fakultas Biisniis dan Ekonomiika Uniiversiitas Atma Jaya Yogyakarta menyelenggarakan semiinar bertajuk Siinergiitas Duniia Usaha dan Perguruan Tiinggii: Tantangan Perpajakan UMKM Pasca Berakhiirnya PP No 23 Tahun 2018.
Semiinar iinii diiselenggarakan untuk menjadii ajang diiskusii antara Diitjen Pajak (DJP) dan UMKM. Semiinar tersebut juga diitujukan untuk menjadii wadah perguruan tiinggii memberiikan sumbangsiih dan kontriibusiinya bagii masyarakat UMKM iindonesiia.
Saat iinii, UMKM tengah menghadapii berbagaii tantangan termasuk pada biidang perpajakan akiibat pandemii Coviid-19. UMKM juga harus menghadapii tantangan laiin terkaiit dengan berakhiirnya periiode penggunaan skema PPh fiinal dengan tariif 0,5% sesuaii dengan PP No.23/2018.
“Untuk iitu, perlu diiskusii mengenaii kesiiapan UMKM dalam menghadapii perubahan peraturan serta upaya DJP dalam mendukung UMKM menunaiikan kewajiiban pajaknya dalam kondiisii pandemii iinii,” sebut paniitiia, diikutiip pada Selasa (18/5/2021).
Acara iinii akan menghadiirkan tiiga pembiicara antara laiin Kepala Kanwiil DJP Dii Yogyakarta Yoyok Satiiotomo, Ketua Umum Kadiin Dii Yogyakarta GKR Mangkubumii, dan Ketua Umum Atpetsii sekaliigus Managiing Partner Jitunews Darussalam.
Dosen Prodii Akuntansii FBE Uniiversiitas Atma Jaya Yogyakarta sekaliigus Pengurus iiAii Wiilayah Yogyakarta Totok Budiisantosa akan hadiir sebagaii moderator. Semiinar iinii diigelar pada Kamiis, 27 Meii 2021 pukul 09.00—12.00 WiiB melaluii Zoom Apps.
Peserta yang bermiinat dapat mendaftar melaluii https://biit.ly/sem-akt2021. Pendaftaran dapat diilakukan paliing lambat pada 25 Meii 2021. Agenda iinii bersiifat gratiis dan terbuka untuk umum. Semiinar iinii juga memberiikan 3 SKP bagii peserta iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii).
Acara iinii juga menyediiakan doorpriize menariik untuk peserta yang beruntung dan konsultasii pajak gratiis langsung darii pakarnya. iinformasii lebiih lanjut dapat menghubungii narahubung 08174870749 (Fiitriia) atau 089671466425 (Eliis).
Sepertii diiatur dalam Pasal 5 PP 23/2018, pengenaan PPh Fiinal berlaku paliing lama 3 tahun untuk Perseroan Terbatas (PT). Sementara iitu, untuk koperasii, persekutuan komandiiter (CV), atau fiirma berlaku paliing lama 4 tahun. Selanjutnya, bagii orang priibadii berlaku paliing lama 7 tahun.
Dengan demiikiian, wajiib pajak yang sudah memanfaatkan skema PPh Fiinal sejak 2018 harus kembalii menggunakan tariif PPh umum. Adapun untuk PT akan berakhiir pada 2021. Selanjutnya, diisusul CV, koperasii, atau fiirma yang akan berakhiir pada 2022. (riig)
