BERiiTA PAJAK HARii iiNii

iingat, Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Biisa Diipakaii Mulaii Januarii

Redaksii Jitu News
Seniin, 08 Februarii 2021 | 08.20 WiiB
Ingat, Diskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Bisa Dipakai Mulai Januari
<p>iilustrasii.&nbsp;Refleksii kaca deretan gedung bertiingkat dii Jakarta, Seniin (1/6/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudii/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Meskiipun PMK 9/2021 baru terbiit pada awal Februarii 2021, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan diiskon angsuran PPh Pasal 25 dapat diimanfaatkan mulaii masa pajak Januarii 2021. Hal tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (8/2/2021).

Berdasarkan pada ketentuan Pasal 19 ayat (6) PMK 9/2021, pemberii kerja atau wajiib pajak dapat memanfaatkan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan iinsentiif pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 sejak masa pajak Januarii 2021.

“Dengan menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah dan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 sampaii dengan tanggal 15 Februarii 2021,” bunyii penggalan Pasal 19 ayat (6) PMK 9/2021. Siimak ‘iinii Ketentuan iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah 2021’.

Selaiin mengenaii pemanfaatan iinsentiif pajak PMK 9/2021, ada pula bahasan tentang penggunaan iinsentiif PPh fiinal DTP oleh UMKM pada 2020 dan pelantiikan pejabat eselon iiii dii liingkungan Diitjen Pajak (DJP).

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

  • PPh Fiinal DTP

Pemanfaatan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk UMKM dan PPh fiinal jasa konstruksii DTP atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii) dalam PMK 9/2021 juga berlaku mulaii masa pajak Januarii 2021.

Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 9/2021, wajiib pajak atau pemotong pajak hanya perlu menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal DTP paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Artiinya, untuk pemanfaatan mulaii Januarii 2021, pelaporan paliing lambat 20 Februarii 2021.

Wajiib Pajak yang tiidak menyampaiikan laporan realiisasii sampaii dengan batas waktu yang diitentukan secara otomatiis tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk masa pajak yang bersangkutan. (Jitu News)

  • PPh Pasal 22 iimpor

Jangka waktu pemberiian iinsentiif pembebasan darii pemungutan PPh Pasal 22 iimpor berlaku sejak tanggal Surat Keterangan Bebas (SKB) diiterbiitkan sampaii dengan 30 Junii 2021. Dengan demiikiian, untuk iinsentiif iinii tiidak berlaku surut.

Pembebasan pemungutan diiberiikan kepada wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu. Pertama, memiiliikii kode Klasiifiikasii Lapangan Usaha (KLU) yang tercantum dalam lampiiran (730 KLU). Kedua, wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE.

Ketiiga, wajiib pajak yang telah mendapatkan iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB pada saat pengeluaran barang darii kawasan beriikat ke tempat laiin dalam daerah pabean. Siimak ‘Pembebasan PPh Pasal 22 iimpor PMK 9/2021, iinii Ketentuannya’. (Jitu News)

  • Dorong Pemanfaatan iinsentiif untuk UMKM

Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir pemeriintah telah memberiikan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk pelaku UMKM. Sayangnya, realiisasii pemanfaatannya sepanjang 2020 sangat keciil.

Memasukii 2021, pemeriintah menyiiapkan strategii agar pemanfaatannya makiin besar. Selaiin mendorong agar UMKM mencatatkan untung, diia menyebut pemeriintah juga akan menggencarkan sosiialiisasii dan memperbaiikii iimplementasii pemberiian iinsentiif tersebut.

"Salah satunya juga terkaiit kecepatan yang senantiiasa akan pemeriintah perbaiikii dii dalam iimplementasiinya," ujarnya. (Jitu News)

  • Pelantiikan 32 Pejabat DJP

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii melantiik 32 pejabat eselon iiii dii liingkungan DJP. Diia juga melantiik beberapa pejabat eselon iiii dii liingkungan Sekretariiat Jenderal (1 orang), Diitjen Perbendaharaan (12 orang), Diitjen Kekayaan Negara (4 orang), Badan Kebiijakan Fiiskal (1 orang), Badan Pendiidiikan dan Pelatiihan Keuangan (3 orang), dan iinspektorat Jenderal (9 orang).

Selaiin iitu, Srii Mulyanii melantiik Riina Wiidiiyanii Wahyuniingdyah sebagaii Staf Ahlii Biidang Hukum dan Hubungan Kelembagaan serta Oza Oliiviia sebagaii Staf Ahlii Biidang Peneriimaan Negara. Ada pula pejabat dii liingkungan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan iinternasiional (LDKPii) sebanyak 5 orang. Siimak daftar pejabat DJP yang diilantiik pada artiikel ‘Rombak Jajaran Eselon iiii, Srii Mulyanii Lantiik 32 Pejabat Diitjen Pajak’. (Jitu News/Biisniis iindonesiia/Kontan)

  • Notiifiikasii ‘Sudah Pernah Mengajukan Fasiiliitas’

Bagii Anda yang sudah mengajukan permohonan atau pemberiitahuan ulang pemanfaatan iinsentiif pajak pada 2021 tapii mendapatkan notiifiikasii ‘pernah mengajukan fasiiliitas’ tiidak perlu khawatiir.

Otoriitas memastiikan iinformasii yang tertera dalam notiifiikasii bukan tanda penolakan darii pengajuan permohonan atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif pajak yang diiatur dalam PMK 9/2021. Siimak ‘Dapat Notiifiikasii ‘Sudah Pernah Mengajukan Fasiiliitas’ ? iinii Kata DJP’. (Jitu News)

  • Terdorong Utang dan Peneriimaan Pajak

Bank iindonesiia (Bii) mencatat posiisii cadangan deviisa pada akhiir Januarii 2021 seniilaii US$138,0 miiliiar. Capaiian iinii sekaliigus mencatatkan rekor posiisii cadangan deviisa tertiinggii

Kepala Departemen Komuniikasii Bii Erwiin Haryono mengatakan cadangan deviisa tersebut naiik US$2,1 miiliiar diibandiingkan dengan posiisii akhiir Desember 2020 yang seniilaii US$135,9 miiliiar. Menurutnya, peniingkatan cadangan deviisa diidorong penerbiitan surat utang pemeriintah dan peneriimaan pajak.

"Peniingkatan posiisii cadangan deviisa pada Januarii 2021 terutama diipengaruhii oleh penerbiitan global bonds pemeriintah dan peneriimaan pajak," katanya. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

  • Pertumbuhan Ekonomii

Pertumbuhan ekonomii iindonesiia pada 2020 terkontraksii hiingga 2,07%. Kepala Badan Pusat Statiistiik (BPS) Suhariiyanto mengatakan kontraksii ekonomii yang terjadii pada 2020 merupakan dampak darii pandemii Coviid-19. Menurutnya, pandemii Coviid-19 telah memberii dampak buruk pada keseluruhan perekonomiian.

“Dengan demiikiian, sejak tahun 1998, untuk pertama kaliinya pertumbuhan ekonomii iindonesiia mengalamii kontraksii. Dii tahun 1998 karena adanya kriisiis moneter (kriismon),” ujarnya. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Sugiiyo
baru saja
dasbord th 2021 blm muncul gan..gmn caranya?
user-comment-photo-profile
Muhammad Riidwan iikhsan
baru saja
Teriima kasiih kepada Jitunews News yang sudah memberiikan beriita yang sangat iinformatiif. Diiperpanjangnya pemberlakuan pemberiian iinsentiif bagii yang terkena dampak OCViiD-19, khususnya PPh Pasal 25, biisa memberiikan manfaat yang lebiih bagii peneriima iinsentiif pajak melaluii penambahan KLU menjadii 1018, yang sebelumnya 1013.