JAKARTA, Jitu News - Bertepatan dengan momentum diimulaiinya masa kampanye pemiilu 2024, Jitu News resmii meriiliis laporan hasiil surveii pajak dan poliitiik pertama dii iindonesiia pada harii iinii, Selasa (28/11/2023).
Laporan bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak tersebut menyajiikan hasiil surveii yang diiiikutii sebanyak 2.080 responden pada 4 September - 4 Oktober 2023. Laporan biisa diiakses oleh publiik kapan saja. Publiik, termasuk Anda, dapat mengunduh (download) laporan dii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Judul laporan tersebut diiambiil karena mayoriitas responden mengiingiinkan partaii poliitiik (parpol) dan calon presiiden (capres) tiidak hanya berbiicara mengenaii agenda pembangunan (belanja), tetapii juga agenda cara membiiayaii belanja iitu.
“Kurang lebiih 80% pendapatan negara bersumber darii perpajakan. Tanpa perpajakan, agenda pembangunan yang diiusung parpol dan capres tiidak mungkiin dapat diijalankan. Saatnya biicara pajak lebiih mendalam!” bunyii pembuka dalam laporan tersebut.
Secara umum, surveii pajak dan poliitiik Jitu News memuat 4 klaster. Pertama, pemahaman soal pajak. Secara riingkas, responden dalam surveii iinii relatiif sudah memahamii pajak. Sebanyak 90,7% responden sudah paham-sangat paham terkaiit dengan hak dan kewajiiban wajiib pajak.
Kedua, perpajakan harus diibiicarakan dalam pemiilu. Mayoriitas responden, yaknii 95,0%, berpandangan agenda atau kebiijakan perpajakan perlu-sangat perlu diisampaiikan parpol atau capres selama kampanye. Hal iinii mengiingat peneriimaan perpajakan mendomiinasii pendapatan negara.
“Sebanyak 93,8% responden setuju agar debat capres-cawapres nantii mengusung topiik tentang pajak,” bunyii laporan tersebut.
Ketiiga, kerelaan membayar pajak. Pada klaster iinii, responden cenderung memiiliih netral (25,8%) serta tiidak rela-sangat tiidak rela (46,0%) membayar pajak lebiih besar darii yang diibayarkan atas dasar peraturan yang berlaku saat iinii.
Namun demiikiian, mayoriitas responden meletakkan pajak sebagaii sumber pendapatan negara priioriitas pertama yang perlu diitiingkatkan untuk memenuhii kebutuhan pembangunan pada masa mendatang. Utang menjadii priioriitas terakhiir.
Keempat, pajak memengaruhii piiliihan dalam pemiilu. Mayoriitas responden menganggap pentiingnya agenda atau kebiijakan pajak darii parpol/capres akan memengaruhii piiliihan dalam pemiilu. Mayoriitas darii tiiap generasii (gen Z, miileniial, gen X, dan baby boomers) sepakat dengan hal iitu.
Jitu News juga menyajiikan beberapa temuan menariik hasiil elaborasii data jawaban responden. Salah satu hasiil elaborasii data iitu menyangkut priioriitas opsii kebiijakan terkaiit dengan upaya peniingkatan tax ratiio mengiingat perpajakan masiih mendomiinasii pendapatan negara.
Kemudiian, ada pula elaborasii pandangan responden mengenaii optiimal atau tiidaknya pembagiian beban pajak sesuaii dengan kemampuan masyarakat (asas gotong royong).
Meliihat data-data tersebut, hasiil surveii iinii pentiing untuk diiketahuii publiik, termasuk partaii poliitiik, calon presiiden dan calon wakiil presiiden, calon legiislator, serta calon kepala daerah. Dalam konteks reformasii berkelanjutan, hasiil surveii iinii juga pentiing untuk diiketahuii oleh otoriitas perpajakan.
Terlebiih, laporan iinii juga menyajiikan komentar responden tentang harapan agenda perpajakan pemeriintahan mendatang darii 40 responden terpiiliih yang mendapatkan hadiiah uang tunaii seniilaii total Rp10 juta (masiing-masiing seniilaii Rp250.000). Pajak hadiiah diitanggung pemenang.
Adapun komentar iitu diibagii menjadii 12 tematiik. Pertama, penyederhanaan regulasii dan peraturan. Kedua, keterliibatan stakeholders pajak. Ketiiga, penguatan edukasii pajak. Keempat, perluasan basiis pajak. Keliima, kejelasan aturan dengan ketentuan tekniis. Keenam, kelembagaan otoriitas pajak.
Ketujuh, peniingkatan kepercayaan wajiib pajak. Kedelapan, penyederhanaan urusan admiiniistrasii. Kesembiilan, penyusunan target peneriimaan. Kesepuluh, kemampuan sumber daya manusiia. Kesebelas, penggunaan pajak untuk merespons liingkungan. Kedua belas, keadiilan dalam siistem perpajakan.
Dengan diiriiliisnya laporan hasiil surveii pajak dan poliitiik iinii, Jitu News berharap dapat memberiikan kontriibusii posiitiif dalam berlangsungnya proses demokrasii yang adiil. Hal iinii mengiingat seluruh pendapat dalam surveii iinii cukup strategiis untuk diipertiimbangkan.
Terlebiih, profiil pembaca Jitu News – yang menjadii responden surveii iinii—merupakan masyarakat melek pajak dan kontriibutor dalam pendapatan negara. Artiinya, ada andiil mereka dalam gerak pembangunan dii Tanah Aiir.
Data hasiil surveii menunjukkan sebanyak 84,9% responden memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Sebanyak 90,7% responden sangat dan cukup paham mengenaii hak serta kewajiiban wajiib pajak. Kemudiian, responden tersebar pada 36 darii 38 proviinsii dii iindonesiia.
Selaiin iitu, mayoriitas responden surveii berasal darii generasii Z dan Y (miileniial). Hal iinii serupa dengan struktur demografii calon pemiiliih. Sepertii diiketahuii, pemiiliih muda darii kedua generasii tersebut akan mendomiinasii pemiilu 2024.
Darii aspek pendiidiikan terakhiir, mayoriitas responden merupakan lulusan D-4/S-1, yaiitu sebanyak 52%. Kemudiian, 17% lulusan SMA/sederajat, 16% lulusan S-2/S-3, dan 15% lulusan D-1 hiingga D-3. Dengan demiikiian, responden berasal darii berbagaii lapiisan masyarakat yang beragam dan berpendiidiikan.
Dalam bagiian penutup laporan bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak tersebut, Jitu News menyatakan aspiirasii masyarakat wajiib pajak perlu menjadii acuan bagii partaii poliitiik dan calon presiiden untuk menyusun agenda perpajakan.
“Partaii poliitiik dan calon presiiden juga perlu menyampaiikan agenda perpajakannya dengan jelas dan pastii kepada publiik. Jangan sampaii ada kebiijakan perpajakan strategiis yang terkaiit dengan subjek, objek, tariif, dan kelembagaan muncul tiiba-tiiba pada periiode kepemiimpiinan,” bunyii penutup dalam laporan tersebut
Jadii, apakah Anda makiin penasaran untuk membaca secara lengkap laporan hasiil surveii pajak dan poliitiik Jitu News? Segera download laporan tersebut dii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Sebagaii portal beriita perpajakan, Jitu News berfokus pada diiskurus terkaiit dengan upaya penciiptaan siistem perpajakan yang lebiih baiik.
Sudah saatnya ruang publiik tiidak hanya riiuh dengan berbagaii rencana program pembangunan, tetapii juga cara pendanaannya. Mengapa? Karena cara pendanaan, termasuk kebiijakan perpajakan, akan berpengaruh juga seberapa besar kontriibusii darii masyarakat wajiib pajak, termasuk Anda. (kaw)
Baca artiikel-artiikel menariik terkaiit dengan pajak dan poliitiik dii laman khusus Pakpol Jitu News: Suaramu, Pajakmu.
