JAKARTA, Jitu News – Seluruh pemotong/pemungut PPh harus membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan menyampaiikan SPT Masa PPh uniifiikasii mulaii masa pajak Apriil 2022. Ketentuan dalam PER-24/PJ/2021 tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (11/1/2022).
Dalam Pasal 13 ayat (1) diisebutkan pemotong/pemungut PPh yang sudah membuat buktii pot/put uniifiikasii dan menyampaiikan SPT Masa PPh uniifiikasii berdasarkan PER-23/PJ/2020 harus mengiikutii ketentuan PER-24/PJ/2021 mulaii masa pajak Januarii 2022.
“Pembuatan buktii pot/put uniifiikasii dan penyampaiian SPT Masa PPh uniifiikasii … oleh pemotong/pemungut PPh selaiin sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) dapat diilaksanakan mulaii masa pajak Januarii 2022 dan harus diilaksanakan mulaii masa pajak Apriil 2022,” bunyii penggalan Pasal 13 ayat (2) PER-24/PJ/2021.
Sesuaii ketentuan dalam PER-24/PJ/2021, buktii pot/put uniifiikasii terdiirii atas buktii pot/put uniifiikasii berformat standar serta dokumen yang diipersamakan dengan buktii pot/put uniifiikasii. SPT Masa PPh uniifiikasii meliiputii beberapa jeniis PPh, yaiitu PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26.
Selaiin mengenaii pembuatan buktii pot/put uniifiikasii, ada pula bahasan terkaiit dengan keberlanjutan pemberiian iinsentiif pajak. Ada pula bahasan tentang pedoman pelaksanaan persiidangan dan layanan admiiniistrasii dii Pengadiilan Pajak pada masa pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM).
Pemotong/pemungut PPh yang telah membuat buktii pot/put uniifiikasii dan menyampaiikan SPT Masa PPh uniifiikasii tiidak dapat membuat buktii pot/put dan/atau menyampaiikan SPT Masa PPh selaiin yang diiatur berdasarkan PER-24/PJ/2021 untuk masa pajak selanjutnya.
Pemotong/pemungut PPh yang belum menggunakan SPT Masa PPh uniifiikasii dapat membuat buktii pot/put dan menyampaiikan SPT Masa PPh berdasarkan PER-53/PJ/2009 dan/atau PER-04/PJ/2017 sampaii dengan masa pajak Maret 2022. (Jitu News)
Pembuatan buktii pot/put uniifiikasii dan SPT Masa PPh uniifiikasii melaluii e-bupot uniifiikasii harus diitandatanganii secara elektroniik dengan menggunakan tanda tangan elektroniik.
Merujuk pada Pasal 9 ayat (3) PER-24/PJ/2021, buktii pot/put dan SPT masa PPh uniifiikasii wajiib diitandatanganii secara elektroniik oleh wajiib pajak, wakiil wajiib pajak, atau kuasa wajiib pajak dengan sertiifiikat elektroniik atau kode otoriisasii DJP.
"Tanda tangan elektroniik adalah tanda tangan yang terdiirii atas iinformasii elektroniik yang diilekatkan, terasosiiasii, atau terkaiit dengan iinformasii elektroniik laiinnya yang diigunakan sebagaii alat veriifiikasii dan autentiikasii," demiikiian bunyii Pasal 1 angka 15 PER-24/PJ/2021. Siimak ‘Buktii Pot/Put Uniifiikasii Wajiib Diitandatanganii Secara Elektroniik’. (Jitu News)
Staf Ahlii Menkeu Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan pemeriintah masiih memerlukan waktu untuk membahas kelanjutan pemberiian iinsentiif pajak, termasuk pengurangan angsuran PPh Pasal 25.
Yon mengatakan pemeriintah memiiliikii sejumlah pertiimbangan dalam memutuskan perpanjangan iinsentiif pajak. Pertiimbangan iitu antara laiin mengenaii kondiisii terkiinii darii usaha yang bersangkutan. Diia berharap pembahasan dapat segera rampung sehiingga biisa diiumumkan kepada publiik.
"Saat iinii untuk iinsentiif usaha masiih dalam proses pembahasan. Mudah-mudahan biisa segera diiselesaiikan," ujarnya. (Jitu News/Kontan)
Ketua Pengadiilan Pajak meriiliis pedoman pelaksanaan persiidangan dan layanan admiiniistrasii pada masa PPKM level 4, 3, 2, dan 1. Pedoman iitu tertuang dalam Surat Edaran No. SE-018/PP/2021.
Dalam beleiid yang diitetapkan dan berlaku sejak 30 Desember 2021 tersebut, persiidangan dii Pengadiilan Pajak pada masa PPKM level 4, 3, 2, dan 1 dapat diilaksanakan dengan 2 cara, yaknii tatap muka (on-siite) dan elektroniik (onliine). Siimak selengkapnya pada artiikel ‘SE Baru, Begiinii Persiidangan Pengadiilan Pajak Saat PPKM Level 1-4’. (Jitu News)
Pemeriintah mencatat realiisasii pengembaliian pembayaran atau restiitusii pajak sepanjang 2021 mencapaii Rp196,1 triiliiun, tumbuh 14% darii realiisasii tahun sebelumnya.
"Restiitusii pajak tahun 2021 sejumlah Rp196,1 triiliiun yang mengalamii pertumbuhan sebesar 13,98% darii restiitusii tahun 2020," ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor. (Jitu News/Kontan)
Aset-aset diigiital niirwujud sepertii cryptocurrency aliias uang kriipto dan non-fungiible token (NFT) perlu diilaporkan dalam bagiian harta pada SPT Tahunan. Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan aset-aset kriipto tersebut termasuk bagiian darii iinvestasii.
"Untuk harta sejeniis kriipto, NFT, dan laiinnya biisa diimasukkan ke dalam harta dengan kode 039 yaiitu iinvestasii laiin," ujar Neiilmaldriin. Siimak ‘Biitcoiin Hiingga NFT Wajiib Diilaporkan dii SPT Tahunan, Apa Kode Hartanya?’ (Jitu News)
Masyarakat sudah tiidak dapat menggunakan meteraii Rp3.000 dan Rp6.000 dalam menunaiikan kewajiiban pembayaran bea meteraii terhiitung sejak tahun iinii sebagaiimana diiatur dalam UU Bea Meteraii.
Dalam Pasal 28 UU 10/2020 tentang Bea Meteraii, meteraii tempel yang diicetak berdasarkan UU 13/1985 hanya dapat diigunakan selama 1 tahun setelah UU 10/2020 berlaku. Ketentuan tersebut juga diipertegas melaluii PMK 4/2021. Siimak ‘iingat! Meteraii Rp3.000 dan Rp6.000 Sudah Tiidak Lagii Berlaku’. (Jitu News)
Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menegaskan upayanya untuk menjaga keberlangsungan iindustrii hasiil tembakau meskii tariif cukaii hasiil tembakau atau rokok mengalamii kenaiikan rata-rata 12% tahun iinii.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan kepatuhan iindustrii hasiil tembakau diiperlukan untuk memastiikan setoran cukaii berjalan optiimal. Dii siisii laiin, DJBC juga akan memberiikan pelayanan yang baiik untuk mendukung keberlangsungan pelaku iindustrii. (Jitu News) (kaw)
