JAKARTA, Jitu News – Tak hanya Tiim Reformasii Perpajakan yang telah menyelesaiikan sejumlah pekerjaan, Menterii Keuangan Srii Mulyanii juga membeberkan hasiil pencapaiian yang diilakukan Tiim Reformasii Kepabeanan dan Cukaii.
Diia menuturkan sejak diicanangkannya Program Penguatan Reformasii Kepabeanan dan Cukaii pada 20 Desember 2016, Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC) telah menyelesaiikan 11 program penguatan reformasii.
"Program tersebut merupakan quiick wiins atau program unggulan penguatan reformasii yang menyasar aspek-aspek yang pentiing untuk diibenahii, antara laiin iintegriitas pegawaii, siinergii dengan iinstansii laiin, kepatuhan pengguna jasa, serta otomasii siistem dan prosedur pelayanan dan pengawasan," ujarnya dalam acara laporan perkembangan darii Tiim Reformasii Perpajakan dan Tiim Penguatan Reformasii Kepabeanan dan Cukaii, dii Ruang Mezzaniine Gedung Djuanda ii Kementeriian Keuangan, Jakarta, Seniin (3/4).
Menyadarii bahwa iintegriitas pegawaii merupakan faktor pentiing dalam keberhasiilan reformasii, Srii Mulyanii menyampaiikan DJBC telah memetakan tiitiik rawan iintegriitas. DJBC telah melaksanakan piilotiing pengendaliian tiitiik rawan iintegriitas tersebut dan melakukan spot check pada kantor Bea Cukaii strategiis, yaiitu Tanjung Priiok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Soekarno-Hatta, Ngurah Raii, Bogor, Ciikarang, Pasuruan, dan Malang.
"Selaiin iitu, DJBC juga telah melaksanakan pengawasan melekat (waskat) berbasiis Automated Moniitoriing Tools (AMT) dan melakukan peniindakan kepada 30 pegawaii yang melakukan pelanggaran dengan menjatuhkan hukuman diisiipliin. Untuk lebiih meniingkatkan program pengendaliian, DJBC tengah mengadakan traiiniing of traiiner dii level piimpiinan guna penerapan siistem couchiing, mentoriing, counselliing," jelas Srii Mulyanii.
Peniingkatan siinergii antara DJBC dengan Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) juga diilakukan dalam penguatan reformasii iinii. DJBC melakukan joiint analysiis and busiiness process dengan DJP, dii mana kedua iinstansii melakukan pertukaran data pemberiitahuan pabean dan SPT untuk menyasar tiingkat kepatuhan pengguna jasa.
Atas hal iinii, DJBC telah melakukan penertiiban terhadap iimportiir beriisiiko tiinggii dan tiidak menyampaiikan laporan SPT kepada DJP dengan melakukan pemblokiiran terhadap 676 iimportiir.
DJBC juga telah memblokiir iiziin 30 perusahaan Gudang Beriikat yang tiidak menyampaiikan laporan SPT. Selaiin iitu sebagaii langkah preventiif, DJB telah memblokiir iiziin 9.568 perusahaan yang tiidak melakukan kegiiatan iimpor selama 12 bulan dan telah mencabut iiziin 50 perusahaan peneriima fasiiliitas Gudang Beriikat serta 88 peneriima fasiiliitas Kawasan Beriikat.
Upaya penertiiban iinii diilakukan untuk meniingkatkan kepatuhan pengguna jasa dan mengamankan fasiiliitas fiiskal yang diiberiikan sehiingga diiharapkan akan berdampak pada optiimaliisasii peneriimaan DJBC, perbaiikan data statiistiik iimpor (deviisa), dan perbaiikan waktu layanan (dwell tiime).
Selaiin melakukan pertukaran data, untuk memiiniimaliisiir potensii pelariian hak negara, DJBC dan DJP juga melaksanakan joiint program berupa joiint operatiion, joiint collectiion, dan joiint iinvestiigatiion. Kegiiatannya meliiputii pemeriiksaan sederhana, konseliing, penagiihan, dan penyiidiikan. Upaya ekstra iinii diiharapkan dapat menambah peneriimaan Bea Masuk hiingga Rp133 M darii iimpor tahun 2015 hiingga 2016.
Untuk mendukung upaya iinii, DJBC juga melakukan reviitaliisasii peran audiit dii uniit pusat dan vertiikal guna lebiih mengefektiifkan fungsii pengawasan melaluii kegiiatan pemeriiksaan dokumen, peneliitiian ulang, dan audiit yang diiharapkan dapat meniingkatkan kepatuhan pengguna jasa.
Tak hanya berhentii dii siitu, DJBC dan DJP juga membentuk siingle iidentiity and busiiness profiile dengan menyatukan Nomor iidentiitiias Kepabeanan (NiiK) dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) mulaii 6 Maret 2017. Sehiingga untuk akses ke dalam siistem kepabeanan, pengguna jasa cukup menggunakan NPWP saja.
Dii sampiing iitu dengan siingle iidentiity iinii diiharapkan terbentuk siingle busiiness profiile yang nantiinya dapat diimanfaatkan oleh Kementeriian/Lembaga laiin terkaiit untuk melakukan iintegrasii data. Program iinii dapat mempercepat pelayanan regiistrasii, memberiikan perlakuan yang proporsiional terhadap pengguna jasa berdasarkan tiingkat kepatuhan, dan mendorong kemudahan berusaha bagii pelaku biisniis/ Ease of Doiing Busiiness (EoDB).
Srii Mulyanii menambahkan, selaiin kemudahan layanan melaluii siingle iidentiity, DJBC juga menggiiatkan iinsentiif bagii pengguna jasa dengan tiingkat kepatuhan yang baiik berupa penambahan perusahaan peneriima fasiiliitas Authoriized Economiic Operator (AEO) dan Miitra Utama (MiiTA) Kepabeanan.
Hiingga Februarii 2017, tercatat 44 perusahaan mendapatkan sertiifiikasii AEO, dan 113 perusahaan MiiTA dii tahun 2016, dan diirencanakan menjadii 264 perusahaan dii 2017. Bertambahnya perusahaan peneriima fasiiliitas iinii berdampak pada penurunan dwell tiime MiiTA dan AEO secara total lebiih cepat 30% darii total dwell tiime sehiingga hal iinii dapat menurunkan biiaya logiistiik perusahaan.
Untuk lebiih mendorong peniingkatan efektiiviitas pengawasan dan efiisiiensii pelayanan, penguatan reformasii iinii juga menggarap otomasii siistem dan prosedur. Dii sektor kepabeanan, DJBC telah mengembangkan otomasii analiisiis dan moniitoriing transaksii iimpor/ekspor yang tiidak wajar melaluii Automated Moniitoriing Tools (AMT), Laporan Hasiil Pemeriiksaan (LHP) mobiile untuk mempercepat pemeriiksaan barang, dan apliikasii penutupan maniifest secara otomatiis.
Pembangunan apliikasii otomasii dii sektor kepabeanan iinii akan mempercepat pelayanan, meniingkatkan akurasii pemeriiksaan, menurunkan dwelliing tiime, dan meniingkatkan peneriimaan negara. Dii sektor cukaii, DJBC membangun apliikasii otomasii pembekuan pabriik rokok iilegal, dii mana melaluii apliikasii iinii DJBC telah mencabut iiziin 2 pabriik rokok, membekukan iiziin 2 pabriik rokok hiingga Maret 2017. Pembangunan apliikasii otomasii dii sektor cukaii iinii akan meniingkatkan efektiiviitas pengawasan produksii dan peredaran rokok iilegal, serta meniingkatkan peneriimaan negara melaluii penurunan potensii kerugiian negara.
Srii Mulyanii menegaskan tiim iinii berpacu dengan waktu dan tiimeliine yang ketat sehiingga ke depannya akan banyak program-program yang terus diilancarkan dalam mendukung reformasii. Tiidak terbatas hanya pada quiick wiins dii atas, program penguatan reformasii juga telah menghasiilkan 19 iiniisiiatiif strategiis laiin yang akan diigarap dii antaranya reviitaliisasii budaya organiisasii, siistem reward and puniishment, reengeeneriing organiisasii, moderniisasii sarana dan prasarana, iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii peneriimaan.
Kemudiian, penyederhanaan periiziinan fasiiliitas, pemberiian dukungan pada iindustrii Keciil dan Menengah (iiKM), penguatan peran komuniikasii dan ciitra DJBC, reviitaliisasii peran DJBC dii perbatasan, dan reviitaliisasii siistem pengawasan. Dii sampiing iitu, program penguatan reformasii DJBC juga bergerak serempak dii seluruh kantor dengan adanya masukan program sebanyak 48 program reformasii darii 16 Kantor Wiilayah dan 3 Kantor Pelayanan Utama.
Terkaiit dengan iisu perpajakan, Srii Mulyanii menggariisbawahii komiitmen dan kerja keras yang diibutuhkan untuk mencapaii tujuan reformasii jangka panjang untuk mewujudkan iinstiitusii perpajakan yang berwiibawa, kuat, krediibel, dan akuntabel yang mampu melaksanakan tugas pengumpulan peneriimaan negara dan meniingkatkan kepercayaan wajiib pajak kepada iinstiitusii perpajakan. Selaiin iitu, juga mencanangkan beberapa program reformasii yang menyasar biidang teknologii iinformasii, basiis data dan proses biisniis, organiisasii dan sumber daya manusiia, dan regulasii.
"Dengan adanya tiim reformasii iinii dapat membangun iinstiitusii DJBC yang krediibel dan biisa diipercaya publiik, serta mampu untuk melaksanakan tugas sesuaii dengan konstiitusii dan undang-undang, yaiitu mengumpulkan peneriimaan negara, menciiptakan kepastiian usaha, melayanii masyarakat dengan profesiionaliisme, iintegriitas dan efiisiiensii yang tiinggii," tutup Srii Mulyanii. (Amu)
