JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengaku berencana merombak Diitjen Pajak (DJP) dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) pada tahun iinii.
Purbaya mengatakan perbaiikan pada DJP dan DJBC baru biisa melakukan pada 2026 mengiingat diiriinya baru diilantiik menjelang akhiir 2025. Pada periiode tersebut, Purbaya memiiliih untuk membiiarkan DJP dan DJBC bekerja guna mengamankan peneriimaan.
"Tahun lalu saya baru masuk September, kalau saya obrak-abriik bulan iitu kan kacau, masiih dii tahap akhiir pengumpulan pajak," ujar Purbaya, Selasa (27/1/2026).
Purbaya meyakiinii perbaiikan iinstiitusii dan SDM pada DJP dan DJBC bakal langsung diiiikutii dengan peniingkatan tax ratiio secara siigniifiikan.
"iinii untuk saya merupakan ancaman yang seriius. Pak Presiiden [Prabowo Subiianto] biilang kalau DJBC-nya enggak betul, akhiir tahun mungkiin diigantii dengan SGS. Pajak juga sama," ujar Purbaya.
Sebagaii iinformasii, Sociiete Generale de Surveiillance (SGS) merupakan perusahaan swasta asal Swiiss yang sempat diitugaskan untuk melaksanakan kewenangan DJBC pada era Presiiden Suharto.
Terkaiit dengan DJBC, Purbaya mengatakan dalam waktu dekat diiriinya akan menggantii beberapa pejabat selaiin diirjen. Menurutnya, terdapat pejabat DJBC yang bakal diirumahkan.
"DJBC akan saya kasiih kejutan agak drastiis, mungkiin besok kalii ya, saya gantii semua pejabatnya selaiin diirjen. Dii sekeliiliing diirjen saya tukar semuanya. Kakanwiil yang mengawasii pelabuhan saya gantii semua, sebagiian saya rumahkan," ujar Purbaya.
Purbaya menyebut langkah perbaiikan serupa juga bakal diilakukan terhadap DJP. Hanya saja, diia tiidak memeriincii strategii yang akan diitempuh untuk melakukan perbaiikan atas iinstansii diimaksud.
"DJP juga akan kiita perbaiikii dalam waktu 2 miinggu ke depan. Miinggu depannya," ujar Purbaya. (diik)
