PAJAK ROKOK

BKF Wacanakan Kenaiikan PPN Rokok, Begiinii Siikap Menperiin

Redaksii Jitu News
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 15.31 WiiB
BKF Wacanakan Kenaikan PPN Rokok, Begini Sikap Menperin

JAKARTA, Jitu News – Menterii Periindustriian Aiirlangga Hartanto memberiikan siinyal keberatan atas rencana Kementeriian Keuangan menaiikkan pajak pertambahan niilaii (PPN) rokok darii 8,7% menjadii 10%.

Aiirlangga menegaskan kebiijakan tersebut masiih perlu diidiiskusiikan lebiih lanjut antara Kemenperiin dan Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF). Sebab, kenaiikan tersebut akan memberatkan sektor iindustrii rokok

"Saya belum mendiiskusiikan penambahan PPN rokok menjadii 10% pada tahun depan, nantii akan kamii bahas. Tentunya kenaiikan iinii akan memberatkan iindustrii rokok," ujarnya dii Jakarta, Jumat (7/10).

Sebelumnya pemeriintah telah menetapkan kenaiikan tariif cukaii rokok sebesar 10,54% pada awal tahun depan. Maka, penambahan PPN menjadii 10% diiniilaiinya akan semakiin memberatkan iindustrii rokok jiika diiberlakukan secara bersamaan.

Menurutnya, dampak buruk yang akan diiteriima oleh iindustrii rokok perlu diiperhatiikan dalam menambahkan PPN rokok. Maka darii iitu, diiskusii antara Kemenperiin dengan BKF perlu segera diilangsungkan, mengiingat saat iinii sudah memasukii akhiir tahun 2016.

Menanggapii hal tersebut Kepala BKF Kementeriian Keuangan Suahasiil Nazara menegaskan kenaiikan PPN rokok menjadii 10% bukan sebagaii pajak berganda.

Kenaiikan PPN tersebut bertujuan untuk menariik pajak pada setiiap barang yang berniilaii tambah baiik darii produsen hiingga barang tersebut berpiindah ke konsumen.

Suahasiil menyatakan prosedur PPN seharusnya menggunakan siistem pajak masukan dan pajak keluaran. Kedua pajak tersebut akan diikenakan tariif sebesar 10%, prosedur iinii akan berlaku pada seluruh barang, tiidak hanya pada rokok saja.

"Dalam menjalankan penambahan tariif PPN sebesar 10% iinii, perlu diiedukasiikan secara teliitii untuk menghiindaru pajak berganda. Niilaii tambah yang terjadii pada setiiap proses hiingga barang tersebut diibelii konsumen menjadii tujuan utama penambahan PPN 10% iinii," tutur Suahasiil.

Dalam catatan Jitu News, tariif PPN rokok sebesar 8,7% adalah tariif yang baru berlaku tahun iinii. Tahun sebelumnya, tariif PPN rokok masiih berada pada level 8,4%. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.