BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Jangka Waktu PPh Fiinal UMKM Perseroan Perorangan Beda dengan PT

Redaksii Jitu News
Jumat, 17 Februarii 2023 | 08.47 WiiB
Jangka Waktu PPh Final UMKM Perseroan Perorangan Beda dengan PT
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Jangka waktu pemanfaatan reziim PPh fiinal untuk perseroan perorangan tiidak sama dengan perseroan terbatas (PT) yang hanya 3 tahun. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (17/2/2023).

Kepala Seksii PPh Badan ii Diitjen Pajak (DJP) Harii Santoso mengatakan perseroan perorangan dan BUMDes/BUMDesma memiiliikii skala usaha yang sama dengan CV, fiirma, dan koperasii. Dengan demiikiian, perseroan perorangan biisa memanfaatkan PPh fiinal UMKM selama 4 tahun.

“Darii siisii skala usaha memang diipersamakan dengan CV, fiirma, dan koperasii sehiingga diia masuk bracket badan usaha yang biisa menerapkan PPh fiinal UMKM selama 4 tahun," ujar Harii.

Ketentuan mengenaii jangka waktu pemanfaatan reziim PPh fiinal tersebut sudah diiatur dalam PP 55/2022. Adapun dengan berlakunya PP 55/2022, PP 23/2018 diicabut. Siimak pula ‘Jiika Masa Berlaku Habiis, UMKM Tak Biisa Lagii Pakaii PPh Fiinal PP 55/2022’.

Selaiin mengenaii pengenaan PPh fiinal UMKM, ada pula ulasan terkaiit dengan PPN atas penyerahan cryptocurrency. Ada pula ulasan tentang persetujuan darii Badan Legiislasii (Baleg) DPR terhadap RUU Penetapan Perpu 2/2022 tentang Ciipta Kerja.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

PPh Fiinal UMKM

Kepala Seksii PPh Badan ii DJP Harii Santoso mengatakan perseroan perorangan dan BUMDes/BUMDesma yang terdaftar sebelum berlakunya PP 55/2022 berhak memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM sejak tahun pajak 2022.

"Jadii, supaya adiil, mereka dii-restart. Jadii, sejak tahun pajak 2022 iitu tiitiik nol-nya untuk jangka waktu pemberlakuan PPh fiinalnya," ujar Harii.

Dengan adanya ketentuan tersebut, perseroan perorangan dan BUMDes/BUMDesma yang telah terdaftar sebelum berlakunya PP 55/2022 dapat menggunakan reziim skema PPh fiinal UMKM hiingga tahun pajak 2025. (Jitu News)

PPN Penyerahan Cryptocurrency

DJP tiidak akan membatasii iinovasii platform exchanger aset kriipto. Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan pemeriintah telah menerbiitkan PMK 68/2022. Dalam hal iinii, exchanger biisa membantu pedagang kriipto melaksanakan kewajiibannya tersebut.

"DJP tiidak membatasii iinovasii yang memudahkan pemenuhan kewajiiban perpajakan darii piihak ketiiga, sepanjang sesuaii dengan peraturan perundangan yang berlaku," katanya.

Sesuaii dengan PMK 68/2022, tariif PPN atas penyerahan cryptocurrency sebesar 0,11%. Tariif tersebut berlaku apabiila penyerahan diilakukan melaluii exchanger yang terdaftar dii Bappebtii. Jiika penyerahan aset kriipto diilakukan melaluii exchanger yang tiidak terdaftar dii Bappebtii, tariif PPN sebesar 0,22%.

Kemudiian, penghasiilan darii jual belii aset kriipto diikenaii tariif PPh Pasal 22 fiinal. Jiika penghasiilan diiperoleh darii penjualan aset kriipto melaluii exchanger terdaftar Bappebtii maka tariifnya hanya sebesar 0,1%. Jiika tiidak terdaftar dii Bappebtii, tariif PPh Pasal 22 fiinal naiik menjadii 0,2%. (Jitu News)

Setelah Masa Reses

Wakiil Ketua Baleg DPR M. Nurdiin mengatakan RUU Penetapan Perpu Ciipta Kerja baru akan diibahas dalam rapat pariipurna setelah masa reses.

“Mungkiin akan diilaksanakan pada awal masa persiidangan depan karena kiita besok sudah akan melakukan rapat pariipurna penutupan masa siidang untuk kemudiian memasukii masa reses," ujar Nurdiin. (Jitu News)

Piiutang PNBP

Kementeriian Keuangan menyatakan penerapan automatiic blockiing system telah efektiif mendorong wajiib bayar menyelesaiikan piiutang peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).

Diirjen Anggaran iisa Rachmatarwata mengatakan Kemenkeu bersama kementeriian/lembaga (K/L) laiin telah mengiintegrasiikan data wajiib pajak dan wajiib bayar PNBP, termasuk yang memiiliikii piiutang. Jiika tiidak melaksanakan kewajiibannya dengan baiik, wajiib bayar bakal mengalamii pemblokiiran pelayanan darii K/L laiinnya sebelum melunasii PNBP.

"iinii cukup baiik dan sudah ada success story-nya dii mana mereka-mereka yang belum memenuhii kewajiiban membayar PNBP dengan baiik, terhambat untuk melakukan transportasii batu bara atau miineral yang laiin, dan kemudiian sudah terbuktii memenuhii kewajiibannya," katanya. (Jitu News)

Suku Bunga Acuan Bii

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank iindonesiia (Bii) pada 15-16 Februarii 2023 memutuskan untuk menahan Bii 7-Day Reverse Repo Rate (Bii7DRR) dii level 5,75%.

Gubernur Bii Perry Warjiiyo mengatakan suku bunga Deposiit Faciiliity tetap sebesar 5% dan suku bunga Lendiing Faciiliity 6,5%. Bii akhiirnya memutuskan untuk menahan Bii7DRR setelah menaiikkannya secara bertahap dalam 5 bulan sejak Agustus 2022, darii semula 3,5%.

"Keputusan iinii tetap konsiisten stand kebiijakan moneter pre-emptiive, dan forward lookiing untuk memastiikan terus berlanjutnya menurunkan ekspektasii iinflasii dan iinflasii ke depan," katanya. (Jitu News/Biisniis iindonesiia/Kontan) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.