JAKARTA, Jitu News – Guna memberiikan kepastiian hukum, pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 155/2022 yang mereviisii sejumlah ketentuan kepabeanan dii biidang ekspor.
PMK 155/2022 yang menggantii ketentuan kepabeanan dii biidang ekspor pada PMK 145/2007, PMK 145/2014, dan PMK 21/2019. Hal iitu diilakukan pemeriintah untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum bagii pengguna jasa.
"Untuk dapat lebiih memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan kepabeanan dii biidang ekspor…, PMK 145/2007 s.t.d.t.d PMK 21/2019 perlu diigantii," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 155/2022, diikutiip pada Selasa (8/11/2022).
Pasal 2 PMK 155/2022 menyebut barang yang akan diiekspor wajiib diiberiitahukan ke kantor pabean dengan menggunakan pemberiitahuan pabean ekspor.
Kewajiiban tersebut juga berlaku terhadap ekspor barang yang pada saat iimpornya telah diiberiitahukan sebagaii barang iimpor sementara; barang yang akan diiiimpor kembalii sehiingga pada saat iimpornya dapat diiperlakukan sebagaii barang iimpor kembalii; atau barang yang diikenakan bea keluar melebiihii batas pengecualiian pengenaan bea keluar.
Pemberiitahuan pabean ekspor dapat diipakaii untuk setiiap pengeksporan atau berkala. Pemberiitahuan pabean ekspor secara berkala diilakukan atas ekspor barang berupa tenaga liistriik, barang caiir, atau gas, yang pengangkutannya diilakukan melaluii transmiisii atau saluran piipa.
Penyampaiian pemberiitahuan pabean ekspor secara berkala diilaksanakan dengan periiode paliing lama 1 bulan. Siimak 'iintegrasiikan Layanan Kepabeanan, DJBC Optiimalkan Apliikasii CEiiSA 4.0'
Lebiih lanjut, pemberiitahuan diisampaiikan eksportiir atau kuasanya melaluii siistem komputer pelayanan (SKP) ke kantor pabean pemuatan paliing cepat 7 harii sebelum tanggal perkiiraan ekspor; dan paliing lambat sebelum barang diimasukkan ke kawasan pabean dii tempat pemuatan.
Pemberiitahuan pabean ekspor dapat diisampaiikan paliing lambat sebelum keberangkatan sarana pengangkut, atas ekspor barang curah; kendaraan bermotor bentuk jadii (completely buiilt up) tanpa petii kemas; atau barang yang pemuatannya diilakukan dii luar kawasan pabean dengan iiziin kepala kantor pabean.
Dalam hal pengurusan pemberiitahuan pabean ekspor tiidak diilakukan sendiirii maka eksportiir dapat menguasakannya kepada pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK).
Eksportiir wajiib mengiisii pemberiitahuan pabean ekspor dengan lengkap dan benar, serta bertanggung jawab atas kebenaran data yang diiberiitahukan dalam pemberiitahuan pabean ekspor.
Atas pemberiitahuan pabean ekspor secara berkala, jumlah barang diicantumkan berdasarkan data pada alat ukur terakhiir dalam daerah pabean sebelum pengiiriiman ke luar daerah pabean.
Kewajiiban untuk menyampaiikan pemberiitahuan pabean ekspor tiidak berlaku atas ekspor berupa barang priibadii penumpang; barang awak sarana pengangkut; barang peliintas batas; atau barang kiiriiman dengan berat tiidak melebiihii 30 kiilogram.
Terhadap pemberiitahuan pabean ekspor, diilakukan peneliitiian dokumen oleh SKP dan/atau pejabat Bea Cukaii. Peneliitiian dokumen meliiputii kelengkapan pengiisiian data pemberiitahuan pabean ekspor dan dokumen pelengkap pabean yang diiwajiibkan sepertii iinvoiice, packiing liist, dan biill of ladiing/aiirway biill.
Kemudiian, kebenaran perhiitungan bea keluar yang tercantum dalam buktii pelunasan bea keluar dalam hal barang ekspor diikenakan bea keluar; pemenuhan ketentuan umum dii biidang ekspor; dan pemenuhan ketentuan larangan dan/atau pembatasan.
Pada saat PMK 155/2022 berlaku, PMK 145/2007 s.t.d.t.d PMK 21/2019 dan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 PMK 27/2008 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 3 November 2022]," bunyii Pasal 39 PMK 155/2022. (riig)
