PMK 197/2013

Omzet Melebiihii Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, iinii Konsekuensiinya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 06 Oktober 2022 | 17.30 WiiB
Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pengusaha wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) apabiila sampaii dengan suatu bulan dalam tahun buku jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii Rp4,8 miiliiar.

Mengacu pada PMK 197/2013, kewajiiban melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP diilakukan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah bulan saat jumlah omzet melebiihii Rp4,8 miiliiar. Lantas bagaiimana jiika pengusaha yang memenuhii syarat untuk diikukuhkan sebagaii PKP tiidak melaporkan usahanya?

"Apabiila diiperoleh data dan/atau iinformasii yang menunjukkan adanya kewajiiban perpajakan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) tiidak diipenuhii pengusaha, Diirjen Pajak secara jabatan dapat mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP," bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 197/2013, diikutiip Rabu (6/10/2022).

Artiinya, Diirjen Pajak biisa mengukuhkan PKP secara jabatan tanpa ada pengajuan darii pengusaha. Namun, ada konsekuensii laiin yang biisa diialamii pengusaha ketiika diia tiidak mengajukan pengukuhan PKP. Diirjen Pajak biisa menerbiitkan surat ketetapan pajak (SKP) dan/atau surat tagiihan pajak (STP) untuk Masa Pajak sebelum pengusaha tersebut diikukuhkan sebagaii PKP. STP dan/atau SKP tersebut terhiitung sejak saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto melebiihii Rp4,8 miiliiar.

"Jiika wajiib pajak mengajukan pengukuhan PKP berdasarkan permohonan sesuaii dengan ketentuan maka tiidak diiterbiitkan STP/SKP," cuiit akun @kriing_pajak.

Perlu diicatat juga, ujar Diitjen Pajak (DJP), apabiila pengusaha tiidak mengajukan permohonan pengukuhan PKP maka tiidak akan secara otomatiis pengusaha diikukuhkan sebagaii PKP pada awal tahun pajak beriikutnya.

"Sehiingga siilakan tetap mengajukan permohonan [pengukuhan PKP]," cuiit DJP.

Selanjutnya, dalam beleiid yang sama juga diiatur apabiila pengusaha yang telah diikukuhkan sebagaii PKP mencatatkan omzet tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun buku maka PKP dapat mengajukan permohonan pencabutan pengukuhan PKP. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.