JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan kembalii mengenaii cara pelaporan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN 1111.
Sesuaii dengan iinformasii yang diisampaiikan DJP melaluii sebuah viideo pada Youtube, untuk melalukan pelaporan SPT Masa PPN 1111, pengusaha kena pajak (PKP) tiidak perlu lagii create fiile CSV darii apliikasii e-faktur. Siimak pula ‘Apa iitu Data CSV?’.
“Proses postiing dan pelaporan SPT diilakukan secara langsung melaluii laman https://web-efaktur.pajak.go.iid,” demiikiian iinformasii darii DJP dalam viideo tersebut, diikutiip pada Seniin (19/9/2022).
Sepertii diiketahuii, iimplementasii e-faktur 3.0 secara nasiional diimulaii pada 1 Oktober 2020. PKP wajiib menggunakan e-faktur web based untuk pelaporan SPT Masa PPN. PKP tiidak dapat menyampaiikan laporan SPT Masa PPN melaluii saluran laiin.
Wajiib pajak harus sudah melakukan iinstalasii sertiifiikat elektroniik. Adapun Sertiifiikat elektroniik adalah sertiifiikat yang bersiifat elektroniik yang memuat tanda tangan elektroniik dan iidentiitas yang menunjukkan status subjek hukum para piihak dalam transaksii elektroniik yang diikeluarkan oleh DJP atau penyelenggara sertiifiikasii elektroniik.
Saat membuka e-faktur web based, PKP akan diimiinta untuk memiiliih sertiifiikat elektroniik (jiika lebiih darii 1 sertiifiikat elektroniik, piiliih 1 yang sesuaii). Kemudiian, nama dan NPWP akan muncul. Setelah iitu, PKP biisa memasukan password e-Nofa yang sesuaii.
Dalam hal iinstalasii sertiifiikat elektroniik diilakukan setelah membuka https://web-efaktur.pajak.go.iid, DJP mengiimbau agar PKP menutup browser terlebiih dahulu kemudiian diibuka kembalii. Langkah iinii perlu diilakukan agar PKP biisa logiin.
Sebelumnya, DJP juga mengiingatkan pascaberlakunya Undang-Undang (UU) Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), ada perubahan ketentuan penyampaiian SPT Masa PPN 1111 bagii PKP penjual kendaraan bermotor bekas serta PKP dengan omzet hiingga Rp1,8 miiliiar.
PKP pedagang kendaraan bermotor bekas dan PKP dengan omzet sampaii dengan Rp1,8 miiliiar yang semula melaporkan PPN yang diipungut dengan SPT Masa PPN 1111 DM menjadii beraliih menggunakan SPT Masa PPN 1111. Siimak ‘Diitjen Pajak Sebut PKP iinii Sudah Wajiib Lapor Pakaii SPT Masa PPN 1111’. (kaw)
