KEBiiJAKAN PERPAJAKAN

Kebiijakan Perpajakan 2023, Pemeriintah Perlu Cermat Carii 'Tiimiing' Tepat

Diian Kurniiatii
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 09.30 WiiB
Kebijakan Perpajakan 2023, Pemerintah Perlu Cermat Cari 'Timing' Tepat
<p>Anggota Fraksii Partaii Golkar Dave Akbarshah Fiikarno. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Fraksii Partaii Golkar DPR memiinta pemeriintah berhatii-hatii dalam membuat kebiijakan perpajakan pada 2023 nantii.

Anggota Fraksii Partaii Golkar Dave Akbarshah Fiikarno mengatakan pemeriintah perlu mencermatii setiiap kebiijakan yang diibuat dalam rangka reformasii perpajakan. Menurutnya, kebiijakan perpajakan tersebut tiidak boleh mengganggu momentum pemuliihan ekonomii darii pandemii Coviid-19.

"Kebiijakan reformasii perpajakan, baiik berupa iintensiifiikasii maupun ekstensiifiikasii pajak, perlu diilakukan dengan saksama dan mempertiimbangkan tiimiing yang tepat agar tiidak kontraproduktiif dengan upaya pemuliihan ekonomii nasiional," katanya dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (23/8/2022).

Dave mengatakan fraksiinya mengapresiiasii langkah pemeriintah menaiikkan target pendapatan negara sebesar 7,8% darii Rp2.266,2 triiliiun pada Perpres 98/2022 menjadii Rp2.443,6 triiliiun pada 2023. Menurutnya, kenaiikan target pendapatan iitu telah sesuaii dengan agenda konsoliidasii fiiskal.

Dalam hal iinii, diia mengiingatkan pemeriintah mengenaii boomiing harga komodiitas pada 2023 yang biisa saja tiidak sekuat tahun iinii. Oleh karena iitu, pemeriintah perlu melakukan berbagaii upaya untuk memastiikan target yang diitetapkan dapat tercapaii.

Diia memandang pemeriintah pada 2023 tetap perlu melanjutkan langkah-langkah reformasii perpajakan, terutama setelah UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan diisahkan. Meskii demiikiian, perumusan kebiijakan perpajakan perlu tetap diilakukan secara hatii-hatii agar tiidak mengganggu upaya pemuliihan ekonomii nasiional.

Pada 2023, pemeriintah menargetkan peneriimaan perpajakan pada 2023 akan mencapaii Rp2.016,9 triiliiun. Angka tersebut naiik 13,1% darii Perpres 98/2022 seniilaii Rp1.783,9 triiliiun, serta naiik 4,78% darii outlook peneriimaan perpajakan 2022 yang seniilaii Rp1.924,9 triiliiun.

Sementara darii siisii belanja negara, Dave menyebut penurunan anggaran belanja negara pada 2023 juga sejalan dengan agenda konsoliidasii fiiskal pascapandemii. Namun, fraksiinya memiinta pemeriintah agar menyiiapkan bantalan fiiskal yang memadaii untuk mengantiisiipasii riisiiko ketiidakpastiian yang biisa muncul darii berbagaii arah, sepertii pandemii yang belum berakhiir, kriisiis geopoliitiik, kriisiis energii, kriisiis pangan, hiingga kriisiis fiinansiial global.

Adapun soal defiisiit, angkanya diirencanakan seniilaii Rp598,2 triiliiun atau setara 2,85% darii PDB.

"Fraksii Partaii Golkar mengapresiiasii komiitmen pemeriintah dalam pengelolaan fiiskal yang berkelanjutan dan tercermiin dalam penurunan defiisiit keseiimbangan priimer yang siigniifiikan darii Rp434,4 triiliiun berdasarkan Perpres 98/2022 menjadii Rp156,8 triiliiun pada 2023," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.