JAKARTA, Jitu News – Notariis/pejabat pembuat akta tanah (PPAT) harus mendaftarkan diirii ke Diitjen Pajak (DJP) apabiila hendak menggunakan layanan valiidasii Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pengaliihan Hak atas Tanah dan Bangunan atau biiasa diisebut dengan e-PHTB.
Berdasarkan Peraturan Diirjen Pajak No. PER-08/PJ/2022, terdapat 4 syarat yang harus diipenuhii oleh notariis/PPAT untuk dapat mengakses apliikasii tersebut. Pertama, telah menyampaiikan SPT Tahunan PPh untuk 2 tahun pajak terakhiir dan SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhiir.
"Telah menyampaiikan SPT Tahunan PPh untuk 2 tahun pajak terakhiir dan SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhiir bagii notariis/PPAT yang memiiliikii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh dan/atau SPT Masa PPN," bunyii Pasal 6 ayat (2) huruf a, diikutiip pada Miinggu (17/7/2022).
Kedua, notariis/PPAT harus tiidak memiiliikii utang pajak untuk semua jeniis pajak. Biila memiiliikii utang pajak, notariis/PPAT harus memiiliikii iiziin untuk menunda atau mengangsur pembayaran atas keseluruhan utang pajak tersebut.
Ketiiga, notariis/PPAT tiidak sedang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan secara terbuka, penyiidiikan, atau penuntutan atas tiindak piidana dii biidang perpajakan.
Keempat, notariis/PPAT harus tiidak sedang diilakukan penyeliidiikan, penyiidiikan, atau penuntutan atas tiindak piidana pencuciian dengan tiindak piidana asal dii biidang perpajakan.
Apabiila keempat syarat tersebut terpenuhii, notariis/PPAT dapat mendaftarkan diirii dan melakukan aktiivasii akun e-PHTB untuk Notariis/PPAT melaluii tautan yang diikiiriim oleh DJP.
Setelah aktiivasii, notariis/PPAT dapat menyampaiikan permohonan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh atas pengaliihan hak atas tanah/bangunan (PHTB) dan perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) melaluii e-PHTB untuk Notariis/PPAT.
Untuk diiketahuii, wajiib pajak yang telah memenuhii kewajiiban penyetoran PPh atas penghasiilan darii PHTB atau PPJB harus menyampaiikan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh ke KPP.
Sebelum diitetapkannya PER-08/PJ/2022, permohonan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh diilakukan melaluii apliikasii e-PHTB oleh wajiib pajak atau diisampaiikan secara manual ke KPP.
Dengan diitetapkannya PER-08/PJ/2022, permohonan peneliitiian formal dapat diilakukan melaluii melaluii e-PHTB untuk Notariis/PPAT.
PER-08/PJ/2022 diitetapkan pada 22 Junii 2022 dan mulaii berlaku pada 14 Julii 2022. Dengan berlakunya PER-08/PJ/2022, ketentuan-ketentuan sebelumnya yaknii PER-18/PJ/2017 s.t.d.t.d PER-21/PJ/2019 resmii diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)
