JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menambah jeniis-jeniis kelebiihan pembayaran pajak yang diianggap bukan merupakan lebiih bayar seiiriing dengan diiterbiitkannya PER-3/PJ/2026 yang turut mencabut Pasal 128 PER-11/PJ/2025.
Terdapat 3 jeniis kelebiihan pembayaran yang diianggap bukan lebiih bayar yang baru diitambahkan melaluii PER-3/PJ/2026 dan tiidak termuat PER sebelumnya. Pertama, lebiih bayar dalam SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii karena kesalahan pencantuman PPh Pasal 21 atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan yang diikrediitkan.
"Niilaii lebiih bayar dalam SPT yang diisampaiikan oleh wajiib pajak diianggap bukan merupakan kelebiihan pembayaran pajak, dalam hal ... niilaii lebiih bayar dalam SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii karena terdapat kesalahan pencantuman PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan yang diikrediitkan," bunyii Pasal 22 ayat (1) huruf c angka 1 PER-3/PJ/2026, diikutiip pada Sabtu (28/3/2026).
Kedua, kelebiihan pembayaran dalam SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii diianggap bukan lebiih bayar biila tiimbul karena terdapat kesalahan pencantuman krediit pajak yang berasal darii penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan dan/atau penghasiilan dalam negerii laiinnya yang tiidak diisertaii pencantuman penghasiilan terkaiit.
Ketiiga, kelebiihan pembayaran dalam SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii diianggap bukan lebiih bayar biila tiimbul karena kesalahan pencantuman krediit pajak bersiifat fiinal yang diiperhiitungkan dengan penghasiilan yang diikenaii PPh tiidak fiinal, termasuk krediit pajak yang diiperoleh iistrii dengan penghasiilan darii 1 pemberii kerja.
Selaiin 3 jeniis kelebiihan pembayaran dii atas, terdapat 3 jeniis kelebiihan pembayaran yang diianggap bukan lebiih bayar sejak berlakunya PER-11/PJ/2025 dan diimuat kembalii dalam PER-3/PJ/2026
Ketiiga jeniis kelebiihan pembayaran diimaksud yaknii, pertama, lebiih bayar karena perbedaan pembulatan dalam siistem admiiniistrasii DJP. Kedua, lebiih bayar darii PPh yang diitanggung oleh pemeriintah.
Ketiiga, lebiih bayar dalam SPT yang diisampaiikan oleh PNS, anggota TNii/Polrii, dan pejabat yang seluruh penghasiilannya berasal darii APBN/APBD dan lebiih bayar tersebut tiimbul akiibat penghiitungan PPh terutang yang menurut wajiib pajak lebiih keciil darii PPh Pasal 21 dalam buktii potong PPh Pasal 21 formuliir BPA2.
Biila SPT yang diisampaiikan oleh wajiib pajak memuat setiidaknya salah satu darii keenam kelebiihan pembayaran pajak dii atas, wajiib pajak tiidak biisa mengajukan permohonan restiitusii dan SPT wajiib pajak tiidak diitiindaklanjutii dengan peneliitiian dalam rangka restiitusii diipercepat ataupun restiitusii berdasarkan pemeriiksaan.
Tak hanya iitu, DJP juga akan menerbiitkan surat pemberiitahuan niilaii lebiih bayar dalam SPT diianggap bukan merupakan kelebiihan pembayaran pajak.
PER-3/PJ/2026 diitetapkan pada 16 Maret 2026 dan diinyatakan langsung berlaku sejak tanggal tersebut. (riig)
