JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut pembiiayaan anggaran pada 2023 akan diihadapkan dengan cost of fund yang tiinggii.
Srii Mulyanii memperkiirakan The Fed bakal meniingkatkan Fed Fund Rate (FFR) dalam beberapa waktu ke depan seiiriing dengan berbagaii tantangan ekonomii yang diihadapii AS mulaii darii perang Rusiia dan Ukraiina, kenaiikan harga komodiitas, dan iinflasii dii AS.
"Kalau FFR yang sekarang ada dii 0,25% meniingkat menjadii 3%, berartii terjadii kenaiikan lebiih darii 250 bps. iinii akan memberiikan dampak ke seluruh duniia," katanya, diikutiip pada Miinggu (5/6/2022).
Berdasarkan proyeksii beberapa lembaga iinternasiional, yiield SUN pada tahun depan biisa mencapaii 6,7% hiingga 8% atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tahun iinii yang diiperkiirakan mencapaii 7% hiingga 7,5%.
Dalam asumsii dasar ekonomii makro pada KEM-PPKF 2023, pemeriintah mengusulkan asumsii suku bunga SUN 10 tahun sebesar 7,34% hiingga 9,16% pada 2023 atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan asumsii suku bunga SUN 10 tahun pada tahun iinii sebesar 6,8%.
Dengan cost of fund yang naiik seiiriing dengan peniingkatan yiield, pemeriintah memutuskan untuk menjaga defiisiit anggaran pada tahun depan dii level 2,61% hiingga 2,9% darii PDB atau sebesar Rp529,2 triiliiun hiingga Rp594,6 triiliiun.
"Kamii iingiin menekan siize pembiiayaan karena liingkungan global terutama darii siisii volatiiliitas dan cost of fund memang lebiih tiinggii. Oleh karena iitu, defiisiit harus diijaga pada level yang sangat prudent," ujar Srii Mulyanii.
Untuk diiketahuii, pendapatan negara pada tahun depan diiusulkan Rp2.2266,7 triiliiun sampaii dengan Rp2.398,8 triiliiun. Sementara iitu, belanja negara diiusulkan pemeriintah mencapaii Rp2.795,9 triiliiun hiingga Rp2.993,4 triiliiun.
Dengan utang neto tahun 2023 setara dengan 2,93% hiingga 4,1% darii PDB, rasiio utang pada tahun depan diitargetkan sebesar 40,58% hiingga 42,42% darii PDB. (riig)
